RADAR BOGOR - Di tengah ramainya kabar pencairan bantuan sosial, sejumlah program bantuan pemerintah diketahui sudah mulai disalurkan pada pertengahan April 2026.
Namun, untuk PKH dan BPNT tahap kedua, prosesnya masih dalam tahap persiapan.
Berdasarkan pemantauan di berbagai daerah, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu yang paling aktif dicairkan saat ini.
Penerima dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai melaporkan adanya saldo masuk, khususnya untuk siswa kelas akhir.
Selain itu, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga masih terus didistribusikan secara bertahap. Penyaluran ini bahkan sudah menjangkau berbagai wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, sebagian wilayah Indonesia timur.
Di beberapa daerah, bansos tambahan seperti BLT Kesra juga dilaporkan telah cair, meskipun sifatnya lokal dan berasal dari anggaran pemerintah daerah.
Sementara itu, untuk PKH dan BPNT tahap kedua, perkembangan terbaru menunjukkan data periode April–Juni 2026 sudah masuk dalam sistem. Namun, proses belum sampai pada tahap pencairan.
Kementerian Sosial sebelumnya menyampaikan bahwa percepatan penyaluran dilakukan berkat pemutakhiran data yang lebih cepat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Data untuk triwulan kedua bahkan telah diserahkan lebih awal, yakni pada 10 April 2026.
Meski demikian, percepatan data tidak serta-merta membuat pencairan berlangsung instan. Proses administratif tetap harus dilalui sebelum bansos dapat disalurkan ke rekening KPM.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan status desil kesejahteraan. Hanya keluarga dalam kategori desil 1 hingga 4 yang berpeluang menerima bantuan pada tahap kedua.
Dengan kondisi saat ini, penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua diperkirakan masih membutuhkan waktu, meskipun peluang pencairan dalam waktu dekat tetap terbuka.
Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.***
Editor : Maulidia