RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah mengkaji kemungkinan pemberian bantuan tambahan atau “penebalan bansos” pada tahun 2026.
Skema ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, rencana tersebut masih dalam tahap simulasi dan koordinasi lintas kementerian, jadi belum menjadi keputusan final.
Program ini disebut mirip dengan bantuan BLT Kesra yang pernah disalurkan pada tahun sebelumnya.
“Sudah ada pembahasan, tapi belum ada keputusan. Masih tahap simulasi untuk stimulus ekonomi,” ujar Gus Ipul pada Selasa, 21 April 2026.
Kebijakan penebalan bansos ini dipertimbangkan sebagai respons terhadap kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik yang berpotensi berdampak pada ekonomi domestik.
Baca Juga: Update CPNS 2026: Tergantung Kondisi Anggaran, Keputusan Final di Tangan Pemerintah
Skema penebalan bansos dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, seperti:
- Penambahan jumlah bantuan (top up)
- Perluasan jumlah penerima
- Percepatan penyaluran
Pada tahun sebelumnya, pemerintah sempat meningkatkan jumlah penerima bantuan dari 18 juta menjadi sekitar 35 juta keluarga, mencakup kelompok desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Meski ada rencana tambahan bantuan, pemerintah memastikan penyaluran bansos reguler seperti bansos PKH dan BPNT tetap berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, pemerintah juga sedang mempersiapkan distribusi bansos triwulan kedua tahun 2026 yang ditargetkan mulai disalurkan pada akhir April.
Dengan adanya rencana stimulus penebalan bansos ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan resmi pemerintah terkait realisasi bantuan tambahan tersebut.***
Editor : Maulidia