RADAR BOGOR - Periode PKH tahap kedua April hingga Juni 2026 telah muncul di sistem SIKS-NG, menandakan proses penyaluran sedang disiapkan namun belum final karena data penerima, nominal bantuan, dan status pencairan masih dalam tahap verifikasi.
Di tengah kondisi ini, beredar berbagai informasi yang menafsirkan perubahan tersebut sebagai tanda bansos segera cair, termasuk kabar pencairan komponen lansia Rp900.000 yang sebenarnya merupakan bagian dari penyaluran susulan tahap sebelumnya, sementara sejumlah bantuan lain masih berjalan di berbagai wilayah.
Perubahan Status PKH Tahap 2 di SIKS-NG
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Selasa, 21 April 2026, periode penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua untuk April hingga Juni 2026 telah muncul dalam sistem SIKS-NG. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses penyaluran sedang memasuki tahap persiapan administratif.
Meski demikian, data yang tersedia belum bersifat final karena proses closing belum selesai dilakukan. Akibatnya, daftar penerima yang telah lolos verifikasi, rincian nominal bantuan, serta status SP2D sebagai dasar pencairan dana belum dapat dipastikan.
2. Penjelasan Informasi yang Beredar Terkait Pencairan Bansos
Baca Juga: Halal Bihalal IPHI Kota Bogor, dari Silaturahmi hingga Penguatan Program Umat
Munculnya pembaruan periode di dalam sistem membuat sebagian pihak mengira penyaluran bantuan sudah mulai berjalan. Namun, perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan sistem, bukan indikator bahwa dana sudah bisa dicairkan.
Informasi lain yang beredar mengenai pencairan bantuan komponen lansia sebesar Rp900.000 juga perlu diluruskan karena termasuk dalam kategori penyaluran susulan tahap pertama, bukan pencairan massal tahap kedua.
“belum ada tanda-tanda PKH BPNT tahap dua cair secara merata,” ungkap narator dalam kanal Youtube Info Bansos.
Baca Juga: Pemkot Buka Sayembara Desain Logo HJB ke-544 Bogor Nanjeur, Catat Syarat dan Ketentuannya
3. Cara Memastikan Kelayakan Penerima Bantuan
Untuk mengetahui potensi menerima bantuan pada tahap kedua, KPM dapat memperhatikan posisi dalam data kesejahteraan. Penerima yang berada pada Desil 1 hingga 4 memiliki peluang lebih besar untuk kembali menerima bantuan PKH maupun BPNT.
Sebaliknya, Desil 5 ke atas memiliki kemungkinan lebih kecil. Selain itu, pengecekan langsung melalui pendamping sosial dapat membantu mengetahui status terbaru di sistem SIKS-NG.
Baca Juga: Apresiasi Tahfidz, SMA Kosgoro Kota Bogor Ganjar Siswa Berprestasi dengan Beasiswa
4. Bantuan yang Sedang Disalurkan per April 2026
Di tengah proses persiapan PKH tahap kedua, penyaluran bantuan lain masih berlangsung di berbagai daerah.
Bantuan tersebut meliputi beras 10 kg, minyak goreng, pencairan susulan PKH dan BPNT tahap pertama, serta Program Indonesia Pintar (PIP) termin pertama. Penyaluran ini mencakup berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah Indonesia timur.***
Editor : Asep Suhendar