RADAR BOGOR - Kabar baik untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang menunggu pencairan bantuan sosial tahap kedua. Per 21 April 2026, nama-nama penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) untuk periode April-Juni sudah mulai muncul di sistem SIKS-NG dan sedang diproses oleh Kementerian Sosial RI.
Artinya, tahap kedua penyaluran bansos sudah dimulai untuk KPM yang masih aktif dan termasuk Desil 1 hingga Desil 4.
Nama-Nama PKH Tahap 2 Sudah Tercatat di SIKS-NG
Melansir dari kanal YouTube CEK BANSOS, informasi terbaru menunjukkan bahwa daftar nama penerima PKH tahap kedua sudah terupdate di submenu View DTKS dengan final closing periode April, Mei, dan Juni. Ini berarti proses penentuan komponen dan data bayar telah diproses oleh Kementerian Sosial RI dan tercatat resmi di sistem informasi SIKS-NG.
“Jadi per hari ini, 21 April 2026, hasil pengecekan terbaru menunjukkan nama-nama yang akan tercairkan bantuan PKH-nya sekarang sudah bisa dicek dan resmi muncul di SIKS-NG,” ulas narator channel CEK BANSOS.
Bagi KPM yang penasaran apakah namanya termasuk dalam daftar penerima, kini sudah bisa melakukan pengecekan langsung melalui SIKS-NG dengan bantuan pendamping sosial atau operator desa.
Meski demikian, informasi di aplikasi Cek Bansos atau website publik biasanya lebih lambat terupdate dibandingkan data di SIKS-NG yang langsung ditangani pendamping sosial.
Baca Juga: Pemkab Bogor Targetkan 14 Jembatan Rusak Selesai Diperbaiki Sebelum Idul Adha 2026
BPNT Tahap 2 Memasuki Tahap Verifikasi Rekening
Selain PKH, BPNT atau bantuan sembako tahap kedua juga sedang diproses dengan status verifikasi rekening. Pengecekan terbaru di semua bank penyalur (BSI, BRI, Mandiri, dan BNI) menunjukkan bahwa proses pencocokan data bank dengan data Dukcapil sedang berlangsung.
Jika data Anda sinkron dan lolos verifikasi, status akan berubah menjadi berhasil cek rekening dan proses akan berlanjut ke tahapan selanjutnya.
Namun, jangan terburu-buru mengecek saldo di ATM karena pencairan masih dalam proses di sistem. Biasanya, pendamping sosial akan menginformasikan ketika Standing Instruction (SI) sudah muncul dan dana siap dicairkan.
Baca Juga: Bogor Raya FC Gelar Seleksi Terbuka Hadapi Piala Soeratin U-17 Jabar, Ini Jumlah Pesertanya
Dua Bansos Lainnya Terus Disalurkan: PIP dan Beras Pangan
Selain PKH dan BPNT, ada dua bantuan sosial lainnya yang terus disalurkan kepada KPM hingga saat ini. Pertama adalah Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anak sekolah. Fokus penyaluran saat ini adalah untuk siswa kelas akhir seperti kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA dengan nominal Rp225.000 hingga Rp370.000. Kedua adalah bantuan beras pangan dan minyak goreng 4 liter.
Penyaluran kedua bantuan ini belum merata di seluruh wilayah Indonesia dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan prioritas wilayah. Jadi, jika KPM di area Anda belum menerima, tinggal menunggu jadwal penyaluran berikutnya.
Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, Pemkot Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Lewat Rapim
Langkah yang Perlu Dilakukan KPM Sekarang
Bagi Anda yang termasuk penerima bansos, berikut hal yang perlu dilakukan:
-Untuk PKH tahap 2: Lakukan pengecekan nama melalui pendamping sosial atau SIKS-NG untuk memastikan Anda termasuk dalam daftar penerima.
-Untuk BPNT tahap 2: Tunggu informasi dari pendamping bahwa Standing Instruction sudah muncul sebelum mengecek saldo di ATM.
-Untuk PIP: Jika sudah mendapat SK Nominasi atau SK Pemberian, lakukan pengecekan berkala di aplikasi Cek Bansos atau website resmi.
-Untuk beras dan minyak: Pantau informasi dari desa atau kelurahan setempat mengenai jadwal penyaluran bertahap.
Penyaluran bantuan sosial tahap kedua menunjukkan progress yang positif dengan sudah masuknya data-data ke dalam sistem. Bagi KPM yang menunggu-nunggu, segera lakukan verifikasi data melalui pendamping sosial agar proses pencairan dapat berjalan lancar.
Jangan lupa untuk selalu cek informasi terbaru dari sumber resmi seperti aplikasi Cek Bansos atau pendamping sosial Anda. Semoga bantuan ini segera sampai ke tangan yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga Indonesia.***
Editor : Asep Suhendar