RADAR BOGOR - Perkembangan terbaru penyaluran bantuan sosial (bansos) per April 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar program masih berada pada tahap proses dan belum sepenuhnya cair untuk periode lanjutan.
Pembaruan data yang tercatat dalam sistem resmi menjadi acuan utama dalam memastikan status bantuan, sehingga penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memahami setiap perubahan yang terjadi agar tidak salah menafsirkan informasi yang beredar.
Mengutip dari kanal Youtube Diary Bansos pada Rabu, 22 April 2026, pada Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026, sistem SIKS-NG telah menampilkan periode penyaluran terbaru.
Namun, statusnya masih berada dalam tahap persiapan, yang berarti proses administrasi dan validasi masih berlangsung. Data penerima, termasuk nama dan komponen bantuan, belum muncul di dalam sistem.
Kondisi ini menegaskan bahwa pencairan PKH tahap 2 belum dilakukan. Informasi yang menyebutkan pencairan sudah berlangsung secara luas tidak sesuai dengan kondisi yang tercatat di sistem saat ini.
Sementara itu, untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua, hingga 19 April 2026 belum terdapat pembaruan status pada sistem SIKS-NG. Saldo yang diterima oleh sebagian KPM dengan nominal tertentu, seperti Rp600.000, bukan merupakan penyaluran tahap kedua.
Dana tersebut berasal dari pencairan susulan tahap pertama, hasil validasi data BPNT, atau proses peralihan mekanisme penyaluran dari PT Pos ke Kartu KKS. Dengan demikian, penyaluran BPNT tahap 2 juga masih belum berjalan.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari kanal Youtube Anamovie pada Rabu, 22 April 2026, Program Indonesia Pintar (PIP) masih dalam tahap penyaluran termin pertama untuk tahun 2026. Proses distribusi bantuan difokuskan kepada siswa kelas akhir, yaitu kelas 6, 9, dan 12.
“Jadi sekarang ini masih dalam proses terutama untuk siswa kelas akhir ya kelas 6, 9, dan 12 dengan nominal bantuan yang bervariasi,” ungkap narator melalui kanal Youtube Anamovie.
Besaran bantuan yang diterima bervariasi sesuai jenjang pendidikan dan ketentuan yang berlaku, sehingga pencairannya dilakukan secara bertahap mengikuti prioritas yang telah ditetapkan.
Penyaluran bantuan beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga belum merata di seluruh wilayah. Beberapa daerah masih mengalami keterlambatan distribusi, sehingga belum semua penerima memperoleh bantuan tersebut.
Perbedaan kondisi antarwilayah menunjukkan bahwa proses penyaluran masih berlangsung secara bertahap dan bergantung pada kesiapan distribusi di masing-masing daerah.
Bagi KPM yang statusnya telah berubah menjadi Standing Instruction (SI) di SIKS-NG, pengecekan saldo rekening secara berkala menjadi langkah penting.
Pemeriksaan dapat dilakukan setiap beberapa hari atau setidaknya satu kali dalam seminggu untuk memastikan apakah dana sudah masuk.
Sejumlah wilayah yang tercatat memiliki perubahan status ini antara lain Labuhan Batu Utara, Tanggamus, Karimun, Ciamis, Ponorogo, Katingan, Hulu Sungai Tengah, Poso, Kupang, dan Pidie.
Dalam kondisi saat ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh KPM agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami status bantuan.
Jika status di sistem belum menunjukkan SI dan masih berada pada tahap SPM atau pengecekan rekening, maka dana dipastikan belum masuk.
Sebaliknya, apabila saldo telah tersedia di rekening, pencairan perlu segera dilakukan hingga saldo menjadi nol untuk menghindari kemungkinan dana ditarik kembali.
Selain itu, terdapat pula perubahan status pada sebagian KPM yang tidak lagi menerima bantuan akibat pembaruan data atau penyesuaian kriteria kelayakan dalam sistem.***
Editor : Eli Kustiyawati