RADAR BOGOR - Kanal youtube Pendamping PKH mengungkapkan, final closing periode salur April Mei Juni atau tahap kedua sudah berhasil muncul.
"Nama-nama dan jumlah totalnya sudah muncul juga," ungkapnya.
Pengecekan dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) pada Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Pasar dan Plaza Bogor Nyaris Rata dengan Tanah, Dedie Rachim: Pembongkaran Ditragetkan Rampung Juli
Berdasarkan pengecekan tersebut, status penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah Cek Rekening, namun status Program Keluarga Harapan (PKH) belum muncul.
"Dari cek rekening ini biasanya 2 hari sudah muncul kembali. Apakah berhasil cek rekening atau gagal burekol," tutur kanal Pendamping PKH.
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berstatus gagal buka rekening kolektif (burekol) berarti ada perbedaan nama identitas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan SISK NG.
Solusi yang harus dilakukan adalah memadankan data capil, lalu padankan kembali di aplikasi SIKS NG oleh para pendamping.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Rumah Susun, Jadi Solusi Keterbatasan Lahan
"Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BSI mungkin sama statusnya sudah cek rekening," tambah kanal Pendamping PKH.
Saat ini, KPM hanya perlu menunggu verifikasi. Setelah muncul cek rekening, maka status akan berubah menjadi surat perintah membayar (SPM).
"Paling telat mudah-mudahan 1 minggu ke depan ini saldonya sudah masuk karena memang progres di SIKS NG final closing sudah muncul," jelas kanal Pendamping PKH.
Final closing penyaluran bansos tahap 2 2026 yang sudah muncul, diikuti oleh periode salur tahap kedua dan daftar penerima yang sudah muncul.
Jika status sudah SPM, maka pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengeluarkan surat keputusan SPM kepada Bank Himbara untuk mentransfer ke rekening KPM.
KPM PKH BPNT yang masih termasuk dalam desil 1 hingga 4, berpotensi masuk dalam daftar calon penerima bansos tahap 2 2026.
"Yang masih masuk ke kategori desil 1 sampai dengan desil 4 ini saya rasa dan saya cek kembali tadi ini memang dikatakan masih aman," sebut kanal Pendamping PKH.
Penerima manfaat yang sudah menyatakan graduasi mandiri di tahap sebelumnya dan 11.000 yang dinyatakan sejahtera oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dipastikan tidak akan menerima pencairan bansos tahap 2 2026.
Editor : Siti Dewi Yanti