RADAR BOGOR - Dilansir dari YouTube Pendamping Sosial Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan kabar menggembirakan bagi para penerima manfaat bantuan sosial.
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 diprediksi akan mulai disalurkan pada akhir bulan April 2026.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial dalam sebuah wawancara beberapa hari lalu.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh data progresif yang terlihat melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang digunakan oleh para pendamping sosial di seluruh Indonesia.
Data Final Closing Sudah Mulai Muncul
Berdasarkan pembaruan data per 21 April 2026, aplikasi SIKS-NG telah menampilkan data final closing PKH untuk periode April, Mei, dan Juni 2026.
Data By Name By Address (BNBA) calon penerima tahap 2 tahun 2026 juga sudah mulai muncul, termasuk jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per wilayah, data yang masuk ke OMSPAN, serta rincian per komponen seperti anak usia dini, SD, SMP, hingga SMA.
Meski demikian, munculnya data tersebut bukan berarti bantuan sudah cair.
Para penerima diminta tidak terburu-buru mengecek kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di ATM karena masih perlu melewati beberapa tahapan proses, yakni cek rekening, penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), hingga Standing Instruction (SI). Bantuan baru akan masuk ke rekening KPM setelah proses SI selesai.
Penyaluran Tahap 1 Masih Berlangsung Hingga 23 April
Berdasarkan surat dari Kementerian Sosial kepada seluruh pendamping sosial, penilaian KPM tahap pertama baru akan selesai pada 23 April 2026.
Artinya, proses penyaluran dan penyelesaian bantuan sosial tahap pertama masih terus berjalan hingga tanggal tersebut.
Setelah tanggal 23 April, diperkirakan proses pencairan tahap kedua akan mulai bergerak lebih maju.
Baca Juga: KPM Punya Kesempatan Terima Bantuan Penebalan, Bansos Tahap 2 2026 Segera Cair di Akhir April
Ciri-Ciri Penerima yang Kemungkinan Masih Akan Menerima Bantuan Tahap 2
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah masih berpeluang menerima bantuan sosial tahap kedua ini, berikut beberapa ciri umumnya:
1. Berada di desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data sosial ekonomi terbaru. Status desil dapat dicek melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store.
2. Bantuan sosial selama ini berjalan lancar dan masa kepesertaan belum melebihi 5 tahun.
Penerima yang masa kepesertaannya sudah di atas 5 tahun akan menjalani survei ulang untuk menilai kelayakan ekonominya.
Jika dianggap sudah mampu, yang bersangkutan akan digraduasi secara mandiri.
Baca Juga: KPM Wajib Cek, Update Pencairan Bansos PKH BPNT, dan PIP April 2026, Ini Penyebab Bantuan Belum Cair
3. Tidak pernah melakukan pelanggaran yang dapat menyebabkan bantuan terputus, seperti memiliki catatan pinjaman online atau perbankan yang bermasalah, maupun tindakan penyalahgunaan bantuan sosial.
Untuk data yang lebih akurat, masyarakat disarankan menghubungi pendamping sosial atau petugas bantuan sosial setempat.
Cara Mengajukan Jenis Bantuan Sosial Lain
Bagi masyarakat yang merasa membutuhkan jenis bantuan sosial tertentu, seperti PKH namun selama ini hanya menerima BPNT, disarankan untuk langsung menemui petugas setempat dan meminta pengajuan kelayakan.
Petugas dapat membantu mengusulkan, meski keputusan akhir tetap bergantung pada kuota yang tersedia di masing-masing wilayah.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Kementerian Sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pencairan bantuan sosial tahap kedua rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai akhir April 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati