RADAR BOGOR - Perkembangan pencairan bantuan sosial (bansos) per 22 April 2026 menunjukkan bahwa sejumlah program utama sudah memasuki tahap lanjutan dalam proses administrasi.
Pembaruan ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga beberapa bantuan tambahan lain yang masih berjalan di berbagai wilayah.
1. Update Pencairan PKH Tahap 2 (April-Juni 2026)
Mengutip dari kanal Youtube Info Bansos pada Kamis, 23 April 2026, proses penyaluran PKH tahap kedua telah masuk ke fase akhir dalam sistem SIKS-NG, yang ditandai dengan tahap final closing.
Pada tahap ini, data penerima sudah melalui proses validasi dan penetapan, sehingga daftar KPM yang berhak menerima bantuan telah difinalisasi.
Sejumlah penerima juga dilaporkan telah mengalami perubahan status menjadi “berhasil cek rekening”, yang menunjukkan bahwa rekening telah terverifikasi untuk proses penyaluran berikutnya.
Dari sisi nominal, bantuan yang diterima tidak bersifat seragam karena disesuaikan dengan komponen dalam keluarga.
Besaran bantuan berkisar mulai dari Rp225.000 hingga Rp2.800.000, tergantung kategori seperti anak sekolah (SD, SMP, SMA), balita, ibu hamil, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Untuk jadwal pencairan, penyaluran PKH tahap ini dimulai pada minggu ketiga hingga menjelang akhir April 2026, mengikuti alur administrasi yang telah ditetapkan.
2. Update BPNT (Bansos Sembako)
Perkembangan BPNT menunjukkan pola yang sejalan dengan PKH, di mana proses verifikasi rekening juga telah berlangsung dalam sistem SIKS-NG untuk periode April hingga Juni 2026. Tahapan ini menjadi indikator bahwa bantuan sedang dipersiapkan menuju pencairan.
“Untuk bantuan sembako atau BPNT periode April-Juni, statusnya juga mulai menunjukkan kemajuan yang sama dengan total bantuan sebesar Rp600.000 untuk tiga bulan,” ungkap narator dalam kanal Youtube Info Bansos.
Besaran bantuan BPNT untuk tiga bulan adalah Rp600.000. Adapun waktu pencairan diperkirakan terjadi pada akhir April atau bergeser ke awal Mei 2026, bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi yang sedang berjalan.
3. Tahapan Penting Setelah Status “Berhasil Cek Rekening”
Perlu dipahami bahwa status “berhasil cek rekening” bukan berarti dana langsung tersedia di rekening penerima. Masih terdapat beberapa proses administratif yang harus dilalui sebelum bantuan benar-benar dapat dicairkan. Tahapan tersebut meliputi:
Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM).
Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Penerbitan Standing Instruction (SI).
Proses top up dana ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pencairan dilakukan secara bertahap dan biasanya berlangsung secara massal. Untuk periode ini, pencairan diperkirakan terjadi mendekati akhir bulan, sekitar tanggal 29 hingga 30 April 2026.
Baca Juga: Semangat Kartini Menyala di Gardu Induk: Srikandi PLN Menjaga Keandalan Listrik untuk Negeri
4. Bantuan Lain yang Sedang Berjalan
Selain PKH dan BPNT, terdapat beberapa program bantuan lain yang juga masih dalam proses penyaluran. Program Indonesia Pintar (PIP) saat ini memasuki fase ketiga untuk termin pertama, dengan fokus pada peserta didik jenjang SMA, SMK, serta penerima KIP Kuliah.
Di sisi lain, bantuan pangan yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog masih berlanjut hingga April 2026. Bantuan ini berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 1 liter yang ditujukan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima.
Untuk wilayah tertentu seperti DKI Jakarta, bantuan sosial daerah juga masih berjalan melalui program KLJ (lansia), KAJ (anak), dan KPDJ (penyandang disabilitas).
Baca Juga: Terungkap, Ini Letak Strategis dan Pembagian Wilayah Kabupaten Bogor yang Jarang Diketahui
Nilai bantuan sebesar Rp300.000 per bulan, dengan kemungkinan penerimaan secara rapel selama dua hingga tiga bulan, sehingga total yang diterima bisa mencapai Rp600.000 hingga Rp900.000.
Editor : Asep SuhendarSumber : Youtube Info Bansos