RADAR BOGOR – Isu pencairan bantuan sosial (bansos) tahap kedua untuk program PKH dan BPNT kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya sebuah bukti transaksi ATM yang menunjukkan penarikan dana sebesar Rp1 juta.
Informasi pencairan bansos PKH BPNT tersebut pertama kali muncul sekitar 15 jam sebelum dilakukan penelusuran lanjutan.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa bansos PKH BPNT telah cair dan sebagian KPM sudah berhasil melakukan penarikan.
Baca Juga: Mau Bikin Bouquet Sendiri? Arunika Flower Bar Bogor Punya Banyak Pilihan Bunga
Namun, benarkah kabar tersebut dapat dipercaya? Setelah dianalisis, terdapat sejumlah kejanggalan yang cukup mencolok.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, bukti transaksi yang beredar memperlihatkan penggunaan kartu yang diklaim sebagai KKS Bank Mandiri, tetapi nomor kartu yang tampak justru diawali dengan angka 1949.
Padahal, berdasarkan informasi umum, KKS Bank Mandiri biasanya memiliki awalan nomor 6032.
Baca Juga: Baru di Summarecon Bogor! Trinkhaus, Cafe Bistro Buat Nongkrong dari Pagi Sampai Malam
Perbedaan ini memicu keraguan terhadap keaslian dokumen tersebut. Tak hanya itu, tampilan kartu pada gambar juga tampak tidak konsisten.
Sebagian nomor ditutup, dan posisi kartu terlihat dibalik, menambah indikasi bahwa bukti tersebut mungkin tidak sepenuhnya valid.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, dilakukan pengecekan langsung melalui aplikasi perbankan Livin’ by Mandiri pada tanggal 24 April 2026 sekitar pukul 06.30 pagi.
Langkah-langkahnya cukup mudah: pengguna hanya perlu login ke akun, lalu mengakses bagian KKS digital yang tersedia di beranda aplikasi.
Dari sana, saldo bantuan dapat langsung terlihat tanpa harus pergi ke ATM.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada pencairan dana bantuan tahap kedua.
Saldo yang tersedia masih sama seperti sebelumnya, yakni Rp25.000.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kabar pencairan yang beredar kemungkinan belum dapat dipastikan kebenarannya, setidaknya untuk wilayah tertentu.
Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang menjadi lokasi pengecekan, mayoritas KPM masih menunggu kepastian pencairan bantuan tersebut.
Meski demikian, harapan tetap ada. Banyak warga meyakini bahwa pencairan akan segera dilakukan dalam waktu dekat, kemungkinan pada akhir bulan April atau awal Mei 2026.
Pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terbaru mengenai jadwal pasti pencairan tahap kedua ini.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari sumber resmi dan menghindari penyebaran berita yang belum terverifikasi.
Dengan kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan sosial seperti PKH dan BPNT menjadi sangat dinantikan.
Kejelasan informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam kabar yang menyesatkan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga