RADAR BOGOR - Di tengah penantian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap pencairan bansos reguler Tahap 2, jagat media sosial kembali diramaikan dengan unggahan bukti struk penarikan senilai Rp1.000.000 yang diklaim sebagai dana PKH atau BPNT.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, masyarakat diimbau untuk bersikap kritis dalam menelaah bukti-bukti tersebut untuk menghindari disinformasi yang dapat memicu kebingungan massal.
Berdasarkan penelusuran mendalam per hari ini Jumat, 24 April 2026, terdapat beberapa kejanggalan teknis pada bukti yang beredar yang perlu dipahami oleh para penerima manfaat bansos.
Baca Juga: Cek Saldo Bansos PKH BPNT Tahap 2 Per 24 April 2026 KKS Bank Mandiri, Simak Selengkapnya Berikut Ini
1. Analisis Kejanggalan Bukti Struk yang Viral
Berdasarkan verifikasi pada struk penarikan bertanggal 21 April 2026 yang beredar di media sosial, ditemukan ketidaksesuaian data teknis perbankan:
• Perbedaan Nomor Kartu: Struk tersebut menunjukkan nomor awal kartu 1949, sedangkan secara standar, kartu KKS Bank Mandiri yang diterbitkan pemerintah umumnya memiliki nomor awal 6032.
• Ketidaksesuaian Visual: Foto kartu KKS yang diunggah tampak tidak sinkron dengan data pada struk, serta posisi kartu yang sengaja dibalik atau ditutup, sehingga validitasnya sebagai bantuan sosial patut diragukan.
• Nominal Tidak Standar: Saldo Rp1.000.000 tidak merujuk secara spesifik pada indeks bantuan BPNT (Rp600.000) atau komponen tunggal PKH, sehingga besar kemungkinan dana tersebut berasal dari sumber lain atau bantuan non-reguler.
2. Hasil Pantauan Real-Time via Digital Banking
Untuk memberikan kepastian bagi KPM, telah dilakukan pengecekan langsung melalui aplikasi perbankan digital Livin' by Mandiri di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Ciamis, pada Jumat pagi.
Status saldo pada kartu KKS digital masih menunjukkan saldo minimal dan belum ada saldo masuk untuk alokasi PKH maupun BPNT Tahap 2.
Untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, status pencairan terpantau masih dalam tahap proses administratif di sistem pusat.
"Per tanggal dua puluh empat April dua ribu dua puluh enam, kami telah melakukan verifikasi langsung melalui aplikasi perbankan digital untuk memastikan kabar pencairan bantuan tahap kedua. Faktanya, hingga pagi ini pukul delapan lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia Barat, saldo bantuan PKH maupun BPNT untuk wilayah Jawa Barat terpantau belum masuk ke rekening KKS Bank Mandiri," kata narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel.
3. Panduan Cek Saldo Tanpa ke ATM
Bagi KPM pemegang KKS Bank Mandiri, disarankan untuk menggunakan cara berikut agar lebih efisien:
• Gunakan Livin' by Mandiri: Login ke aplikasi, lalu klik ikon Kartu KKS Merah Putih Digital atau klik ikon "Mata" untuk mengintip saldo.
• Manfaat Pengecekan Digital: Cara ini menghindari risiko kartu tertelan, chip rusak akibat terlalu sering digesek, atau penipuan dari pihak yang tidak bertanggung jawab di lokasi ATM.
• Waktu Prediksi: Jika hingga hari ini saldo masih kosong, masyarakat diharapkan tetap bersabar menanti proses pembaruan data dari Kemensos yang diprediksi akan terealisasi di akhir April atau awal Mei 2026.
Informasi mengenai cairnya bantuan PKH/BPNT Tahap 2 senilai Rp1 juta pada 24 April 2026, untuk Bank Mandiri dinyatakan belum valid secara merata dan cenderung merupakan anomali data individu atau bantuan lain.
KPM bansos diharapkan tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari pendamping sosial masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati