RADAR BOGOR - Perkembangan terbaru terkait pencairan bantuan sosial (bansos) tahun 2026 menunjukkan bahwa proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua masih berada dalam tahapan administratif yang krusial.
Berdasarkan pembaruan data per 23 April 2026 di sistem SIKS-NG yang dikutip dari kanal Youtube Cek Bansos pada Jumat, 24 April 2026, seluruh bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI telah memasuki tahap verifikasi rekening untuk bantuan PKH.
Tahapan ini merupakan proses lanjutan setelah sebelumnya BPNT lebih dahulu melalui fase yang sama.
Dalam tahap ini, pihak perbankan melakukan pengecekan terhadap keaktifan rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM), memastikan kesesuaian data identitas dengan sistem bansos, serta memvalidasi nomor rekening yang terdaftar.
Jika seluruh proses verifikasi berjalan lancar, status penyaluran akan berubah menjadi “berhasil cek rekening” sebagai penanda kesiapan menuju tahap pencairan.
Di tengah proses tersebut, beredar berbagai informasi yang menyebutkan bahwa bantuan PKH tahap kedua telah dicairkan.
Namun, berdasarkan kondisi sistem yang masih berada pada tahap verifikasi rekening, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Proses pencairan belum dilakukan karena tahapan administrasi belum sepenuhnya rampung, sehingga penting bagi KPM untuk tidak terburu-buru menyimpulkan status pencairan hanya dari informasi yang belum terkonfirmasi.
Sementara itu, kondisi pada aplikasi dan situs resmi Cek Bansos juga menjadi perhatian tersendiri bagi para penerima.
Banyak KPM yang mempertanyakan mengapa periode salur yang ditampilkan masih menunjukkan Januari hingga Maret 2026 atau tahap pertama.
Hal ini terjadi karena pembaruan data pada platform publik umumnya tidak berlangsung secara real-time dan cenderung lebih lambat dibandingkan sistem internal seperti SIKS-NG.
Dengan demikian, keterlambatan perubahan periode salur bukan menjadi indikator bahwa bantuan tahap kedua tidak berjalan.
Selama data KPM masih tercatat aktif, berada dalam kategori desil 1 hingga 4, tidak terkena eksklusi, serta telah menerima bantuan pada tahap sebelumnya, maka status tersebut tetap memenuhi syarat untuk menerima penyaluran tahap berikutnya.
Di luar PKH dan BPNT, terdapat beberapa program bantuan lain yang juga sedang dalam proses penyaluran.
Program Indonesia Pintar (PIP) saat ini memasuki tahap pencairan termin pertama, khususnya bagi siswa tingkat akhir seperti kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA/SMK.
“Informasi untuk proses pencairan di hari ini masih tetap untuk proses pencairan bantuan Program Indonesia Pintar ini di termin pertama untuk kelas akhir: kelas 6, kelas 9, dan juga untuk kelas 10 hingga 12,” ujar narator dalam kanal Youtube Cekk Bansos.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa dana bantuan telah mulai masuk ke rekening SimPel dengan nominal yang bervariasi, seperti Rp900.000 untuk jenjang SMA/SMK dan Rp370.000 untuk jenjang tertentu lainnya.
Proses ini menunjukkan bahwa penyaluran PIP berjalan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Selain itu, bantuan pangan juga tengah didistribusikan di berbagai daerah, meskipun belum merata secara nasional.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 10 kilogram, yang dalam beberapa kasus diberikan dalam jumlah akumulasi hingga 20 kilogram untuk beberapa periode, serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan distribusi di masing-masing wilayah.
Informasi dari Perum Bulog menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan pangan ini masih berlangsung dan memiliki kemungkinan untuk berlanjut hingga akhir Mei 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati