Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update SIKS-NG 25 April: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Sudah Berstatus Belum SPM, Pencairan Tinggal Menunggu Akhir Bulan Ini!

Kholikul Ihsan • Sabtu, 25 April 2026 | 21:16 WIB
Ilustrasi seorang KPM mengecek saldo bansos PKH BPNT. Foto: Instagram @pkhkarawaci
Ilustrasi seorang KPM mengecek saldo bansos PKH BPNT. Foto: Instagram @pkhkarawaci

RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang dari sistem SIKS-NG per 25 April 2026, status verifikasi rekening bansos PKH dan BPNT tahap 2 sudah menunjukkan perkembangan signifikan. 

Mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH BPNT yang lolos verifikasi kini berada di status Belum SPM, artinya rekening mereka sudah berhasil terverifikasi dan tinggal menunggu tahap Surat Perintah Membayar (SPM) sebelum dana masuk. 

Meskipun saldo di kartu KKS masih nol, Menteri Sosial memastikan pencairan bansos PKH BPNT akan dimulai di akhir April 2026 secara bertahap. 

Baca Juga: Pemkab Bogor Kebut Perbaikan Jalan Longsor di Cikampak–Gunung Bunder, Akses bakal Segera Normal

Namun, ada juga KPM yang mengalami Gagal Cek Rekening dan salah satu penyebab terbaru yang mengejutkan adalah aktivitas game online terlarang.

Perkembangan Positif

Sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Nasional Generasi) menunjukkan kemajuan pesat. Per tanggal 25 April 2026, status yang sebelumnya masih Proses Verifikasi Rekening kini sudah ada hasilnya, mengutip dari kanal YouTube DIARY BANSOS.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Adopsi Nilai-Nilai Kopassus dalam Memperkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

KPM yang statusnya berubah menjadi Belum SPM adalah kabar baik, karena ini berarti rekening mereka sudah berhasil diverifikasi oleh sistem perbankan.

Artinya, KPM tersebut sudah melewati tahap verifikasi rekening dan sedang menunggu proses berikutnya: SPM (Surat Perintah Membayar) dan SI (Standing Instruction) sebelum dana benar-benar masuk ke rekening mereka. 

“Ada KPM yang statusnya adalah gagal cek rekening, ada KPM yang statusnya adalah Belum SPM ya seperti itu. Nah kalau Belum SPM ini berarti bisa dikatakan sudah berhasil cek rekening dan masuk ke tahapan belum SPM,” ungkap narator kanal DIARY BANSOS.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Diprediksi Cair Akhir April! Ini Alasan Kenapa Bantuan Anda Belum Masuk dan Cara Mengeceknya

Untuk kategori KPM yang masih berada di Desil 1 hingga Desil 4 (40 persen masyarakat termiskin), insyaallah bantuan akan tetap cair sesuai jadwal.

Ada KPM yang Status Gagal Cek Rekening

Tidak semua KPM berhasil lolos verifikasi. Ada sebagian KPM yang statusnya menunjukkan Gagal Cek Rekening. 

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain perbedaan data antara perbankan dan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), atau masalah teknis lainnya. 

Baca Juga: Anggapan Sawit Boros Air Terbantahkan, Guru Besar IPB Ungkap Penyebab Utama Banjir dan Longsor

Namun, ada satu isu baru yang menjadi perhatian serius, transaksi game online terlarang. Pemerintah kini semakin ketat dalam pengawasan aktivitas di rekening penerima bantuan. 

Jika terdeteksi ada transaksi game online terlarang yang dilakukan melalui rekening KPM, meskipun transaksi tersebut dilakukan oleh anggota keluarga seperti anak atau cucu yang menggunakan NIK penerima, bantuan bisa langsung dihentikan.

Perhatian: Transaksi Mencurigakan Bisa Membuat Bansos Terhenti

Selain indikasi game online terlarang, ada faktor lain yang bisa menyebabkan gagal cek rekening atau penghentian bantuan, memiliki pinjaman bank atau melakukan transaksi dengan nominal besar yang tidak wajar. 

Baca Juga: Orasi Guru Besar IPB: Bioteknologi Kelautan Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru Indonesia

Pemerintah menggunakan sistem deteksi otomatis untuk mengidentifikasi pola transaksi yang mencurigakan. Oleh karena itu, penerima bantuan disarankan untuk menjaga ketenangan rekening mereka dan menghindari transaksi yang tidak wajar atau ilegal. 

Pastikan juga anggota keluarga di rumah tidak menggunakan rekening KKS Anda untuk aktivitas yang merugikan, termasuk game online terlarang, karena NIK yang terdaftar tetaplah milik Anda dan Anda yang bertanggung jawab.

Jadwal Pencairan: Akhir April 2026 Secara Bertahap

Menteri Sosial telah menegaskan bahwa pencairan PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 akan dimulai di akhir bulan April ini. Namun, sangat penting untuk diingat bahwa pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serempak untuk semua KPM di seluruh Indonesia. Bahkan dalam satu desa sekalipun, jadwal pencairan bisa berbeda-beda tergantung pada kecepatan proses di tingkat daerah masing-masing. 

Baca Juga: Jawab Tantangan Industri Kreatif, Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Resmi Buka Prodi Film, Televisi dan Media

Jangan heran jika tetangga Anda sudah menerima dana sementara Anda masih menunggu ini adalah hal yang normal dalam sistem penyaluran bantuan sosial.

Saldo KKS Masih Nol: Jangan Terlalu Sering Cek ATM

Meskipun status di SIKS-NG sudah menunjukkan kemajuan, hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa saldo di kartu KKS masih nol atau kosong.

Cek saldo yang dilakukan pada kartu KKS Bank BSI di Provinsi Aceh, misalnya, masih menunjukkan tidak ada dana yang masuk. Ini membuktikan bahwa proses pencairan memang masih dalam tahapan persiapan, belum pada tahap realisasi transfer dana ke rekening. 

Baca Juga: Jaringan BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu, Sinergi Holding Ultra Mikro Memperkuat Inklusi Keuangan sampai ke Pelosok Negeri

Disarankan kepada KPM untuk tidak terlalu sering mengecek kartu di mesin ATM, karena hal ini bisa berisiko merusak kartu, kartu hilang, atau bahkan tertelan oleh mesin ATM. Tunggu hingga ada pengumuman resmi dari perangkat desa atau kantor sosial setempat yang menyatakan dana sudah masuk ke rekening.

Bagi KPM pastikan Anda tidak ada indikasi game online terlarang atau transaksi mencurigakan di rekening KKS Anda, karena hal ini bisa menghentikan pencairan. Saatnya berhati-hati dengan aktivitas rekening dan anggota keluarga di rumah. Tunggu pengumuman resmi dari desa atau dinas sosial setempat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh