RADAR BOGOR - Setelah beberapa waktu lalu, status penyaluran bansos di final closing Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) telah muncul.
"Final closing ini sudah muncul dan di pusat DTSEN nominal serta nama-nama KPM-nya sudah muncul," ucap kanal Pendamping Sosial.
Pada Minggu, 26 April 2026, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tadinya berstatus cek rekening sudah berubah menjadi gagal cek rekening.
"Ada yang gagal cek rekening, ada juga yang berhasil cek rekening," tutur kanal Pendamping PKH.
Setelah berhasil cek rekening pada Minggu, 26 April 2026, sudah ada KPM yang berhasil menampilkan surat perintah membayar (SPM).
Jika sudah berhasil SPM, menandakan proses pencairan bansos tahap 2 2026 sudah melewati proses berhasil cek rekening dan tinggal menunggu standing instruction (SI).
Sementara itu, Kemensos akan mulai mencairkan bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 2 2026 pada minggu ketiga.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mantri BRI di Sultra, Kartini Masa Kini Tembus Pegunungan Demi Dorong Ekonomi Warga
"Paling telat di akhir April tahun 2026," sebut kanal Pendamping PKH.
Apabila status pencairan bansos sudah SI, berarti uang sudah masuk ke saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing.
Waktu yang dibutuhkan dari status SPM ke SI paling telat kisaran 1 minggu atau sekitar 2 hari.
KPM juga harus sering berkomunikasi dengan para pendamping untuk mengetahui status keaktifan atau riwayat bansos.
Selanjutnya, sejak Sabtu, 25 April 2026, KPM melaporkan bansos Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah cair.
Bansos PIP reguler periode Januari Februari Maret 2026 terpantau cair di sejumlah wilayah Indonesia.
Penyaluran bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng masih terus dilakukan hingga diterima oleh 35 juta KPM.
Editor : Siti Dewi Yanti