Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ini Penyebab Status KPM 'Gagal Verifikasi Rekening' dalam Data SIKS-NG di Tengah Pencairan Bansos PKH-BPNT Mulai Disalurkan

Maulidia • Selasa, 28 April 2026 | 07:12 WIB
Ilustrasi pengaduan bansos (Instagram @pkh_sumberpucung)
Ilustrasi pengaduan bansos (Instagram @pkh_sumberpucung)

RADAR BOGOR - Di tengah kabar pencairan bansos PKH dan BPNT Tahap 2 yang mulai berlangsung, masih banyak KPM yang belum menerima saldo bantuan di rekening KKS mereka.

Salah satu penyebab utama adalah status “gagal verifikasi rekening” yang ditemukan dalam sistem SIKS-NG.

Status ini menunjukkan data penerima bansos yang tercatat di Kementerian Sosial tidak sinkron dengan data perbankan. Akibatnya, proses transfer dana tidak dapat dilakukan meskipun secara sistem penerima sudah terdaftar.

Baca Juga: Update Status Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026, Lengkap dengan Istilah di SIKS-NG dan Artinya

Beberapa faktor penyebab umum gagal verifikasi rekening antara lain perbedaan nama antara KTP atau Kartu Keluarga dengan data di bank.

Rekening yang tidak aktif atau dorman karena lama tidak digunakan serta adanya data ganda atau kesalahan administrasi.

Jika kondisi ini terjadi, penerima bansos disarankan segera melakukan koordinasi dengan pendamping sosial atau pihak bank penyalur untuk memperbaiki data.

Baca Juga: Update Tragedi Bekasi Timur: 5 Korban Jiwa, 79 Luka-Luka, KAI Pastikan Evakuasi dan Penanganan Maksimal

Tanpa perbaikan, bantuan tidak akan bisa dicairkan meskipun penyaluran sudah berlangsung secara nasional.

Selain faktor teknis, status desil dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga menjadi penentu penting.

Penerima bansos yang berada di luar kategori prioritas berpotensi mengalami penundaan atau tidak menerima bantuan pada tahap ini.

Baca Juga: Kesaksian Warga Jadi Kunci, Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur

Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh unggahan struk saldo bansos di media sosial. Setiap wilayah memiliki jadwal pencairan berbeda, jadi informasi tersebut tidak bisa dijadikan patokan umum.

Sebagai langkah antisipasi, KPM disarankan untuk rutin memantau status bantuan sosial melalui pendamping sosial atau kanal resmi serta memastikan rekening tetap aktif.

Dengan sistem penyaluran bansos bertahap ini, masyarakat diminta tetap bersabar dan tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo sebelum ada kepastian status pencairan di wilayah masing-masing.***

Editor : Maulidia
#bpnt #siks ng #bansos #pkh