RADAR BOGOR - Memasuki akhir April 2026, kabar terbaru mengenai penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua menjadi perhatian besar masyarakat, khususnya para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Harapan yang sempat muncul bahwa bansos akan mulai cair di penghujung bulan ini ternyata masih harus dihadapkan pada berbagai tahapan administratif yang belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem monitoring bansos, terdapat sejumlah status yang saat ini muncul dan dialami oleh KPM.
Status tersebut antara lain masih dalam proses verifikasi rekening, belum masuk tahap SPM (Surat Perintah Membayar), sudah SPM, gagal cek rekening, hingga yang paling mengejutkan adalah status tidak disalurkan.
Tahap awal dalam proses pencairan bansos dimulai dari verifikasi rekening.
Proses ini bertujuan memastikan bahwa data penerima sesuai antara data kependudukan dan data perbankan.
Namun, hingga saat ini masih ditemukan sejumlah KPM yang belum lolos tahap ini, sehingga pencairan belum bisa dilanjutkan.
Bagi KPM yang telah berhasil melewati tahap verifikasi rekening, terdapat kemungkinan masuk ke status belum SPM.
Artinya, rekening dinyatakan valid, namun belum masuk tahap pencairan resmi.
Status ini cukup banyak ditemukan, khususnya pada penerima yang menggunakan layanan bank besar seperti Bank Mandiri dan BNI.
Baca Juga: Komplotan Maling Pecah Kaca Mobil di Kota Depok Dibekuk, Sudah Beraksi di 6 TKP Sejak Maret 2026
Sementara itu, status gagal cek rekening menjadi salah satu kendala serius.
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, penyebabnya diduga karena adanya ketidaksesuaian data antara Dukcapil dan data perbankan.
Menariknya, beberapa KPM yang sebelumnya menerima bantuan pada tahap pertama kini justru mengalami kegagalan di tahap kedua.
Yang paling menjadi sorotan adalah munculnya status tidak disalurkan.
Berdasarkan analisis, kondisi ini banyak dialami oleh KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, lalu dialihkan ke sistem perbankan dengan kartu KKS.
Permasalahan diduga terjadi pada kartu yang belum teraktivasi atau distribusi yang belum tuntas.
Selain itu, terdapat indikasi bahwa bantuan tahap kedua belum dapat disalurkan karena tahap pertama masih dalam proses pencairan.
Dengan kata lain, penyaluran dilakukan secara berurutan, sehingga KPM harus menunggu tahap sebelumnya selesai terlebih dahulu.
Di sisi lain, kabar baik datang dari beberapa wilayah seperti Aceh dan daerah tertentu yang menggunakan Bank BSI dan BRI.
Baca Juga: Progres Bansos 28 April 2026, Bantuan PKH dan BPNT Tahap 2 Belum Cair, Cek Fakta Lapangan di Sini
Sebagian KPM di wilayah tersebut sudah mencapai status SPM, yang berarti tinggal menunggu proses pencairan dana.
Perbedaan status ini menunjukkan bahwa penyaluran bansos tidak berjalan seragam di seluruh wilayah.
Setiap KPM memiliki kondisi yang berbeda tergantung pada kelengkapan data, sistem perbankan, dan proses administrasi yang dilalui.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hingga saat ini, bantuan tahap kedua belum sepenuhnya cair, dan masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan melalui jalur resmi.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, besar harapan agar proses penyaluran dapat segera diselesaikan sehingga bantuan bisa diterima tepat waktu oleh masyarakat yang membutuhkan.***
Editor : Asep Suhendar