RADAR BOGOR - Di tengah penantian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap pencairan bansos PKH dan BPNT Tahap 2, berbagai informasi tidak valid mulai marak beredar di media sosial.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, Banyak unggahan yang mengeklaim bansos telah cair pada Senin, 27 April kemarin dengan menyertakan bukti struk penarikan.
Namun, hasil verifikasi mendalam menunjukkan adanya indikasi manipulasi data penerima bansos yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Sebagai penerima manfaat, sangat penting untuk tetap tenang dan tidak langsung memercayai kabar burung yang dapat memicu kekecewaan.
1. Membongkar Modus Bukti Pencairan Palsu
Berdasarkan penelusuran terhadap beberapa video viral yang mengeklaim bantuan sudah cair massal, ditemukan beberapa kejanggalan pada bukti fisik yang ditampilkan:
• Manipulasi Tanggal Struk: Banyak video yang menggunakan caption tanggal 27 April 2026, tapi setelah diteliti pada struk mesin EDC, tanggal aslinya sengaja dikaburkan atau merupakan rekaman lama (misalnya dari bulan Februari tahun sebelumnya).
• Sensor Bukti Fisik: Penggunaan sensor atau penutupan bagian tanggal pada struk menjadi indikasi kuat informasi tersebut tidak valid.
Jika sebuah informasi benar, tanggal pengecekan seharusnya diperlihatkan secara transparan sebagai bukti nyata.
2. Kondisi Riil SIKS-NG: Progres Menuju Tahap Akhir
Fakta yang sebenarnya dapat dipantau melalui aplikasi SIKS-NG menunjukkan proses pencairan memang sedang berjalan, tapi belum mencapai tahap transfer dana (SI). Berikut adalah status hingga hari ini:
• PKH Tahap 2: Baru dua bank penyalur yang statusnya mencapai SPM (Surat Perintah Membayar), yakni Bank BRI dan Bank BSI.
Untuk Bank Mandiri dan BNI terpantau masih dalam antrean.
• BPNT (Sembako): Untuk bantuan sembako, baru Bank BSI yang telah menunjukkan status SPM. Tiga bank lainnya belum menunjukkan perubahan status serupa.
"Per tanggal dua puluh delapan April dua ribu dua puluh enam, kami kembali mengingatkan kepada seluruh keluarga penerima manfaat agar lebih teliti dalam memilah informasi mengenai pencairan bantuan sosial," kata narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel.
"Meskipun status di sistem SIKS-NG menunjukkan tren positif dengan adanya dua bank penyalur yang sudah mencapai tahap SPM, hal tersebut bukanlah tanda dana sudah masuk ke kartu KKS," sambungnya.
Hingga saat ini, belum ada pencairan PKH maupun BPNT Tahap 2 secara massal di bank penyalur mana pun. Progres bansos saat ini masih tertahan di tahap SPM untuk beberapa bank.***
Editor : Asep Suhendar