RADAR BOGOR - Tampilan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) pada 28 April 2026 sangat menarik.
"Di dashboard monitor data salur kita melihat status yang menarik," sebut kanal Info Bansos.
Bank penyalur BRI dan BSI sudah berstatus surat perintah membayar (SPM) dan merupakan sinyal positif bagi pencairan bansos tahap 2 2026.
Hal ini berarti proses administrasi SPM sudah diterbitkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk kedua bank tersebut.
"Kemudian screenshot berikutnya untuk PKH statusnya juga sudah SPM. Ini kabar baik bagi KPM PKH," lanjut kanal Info Bansos.
Adanya tampilan ini menunjukkan data sudah masuk ke tahap verifikasi lebih lanjut di Bank Penyalur.
Selanjutnya, tampilan SIKS NG untuk pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bank penyalur Bank Mandiri belum SPM.
Baca Juga: Wanita Diduga Hendak Akhiri Hidup di Jalan Pandu Raya, Dinsos Kota Bogor Ungkap Kondisinya
KPM yang menerima BPNT harus bersabar karena proses berbeda dengan penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
"Analisis saya sistem sedang bekerja, data BRI dan BSI memang bergerak lebih cepat di awal, sementara yang lain masih dalam proses," jelas kanal Info Bansos.
Sementara itu, pencairan bansos tahap 2 2026 sudah dimulai karena sebagian kecil sudah terlihat status SPM sudah turun untuk bank tertentu.
Walau begitu, bansos belum tentu sudah cair ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) karena penyaluran bansos bertahap.
Kunci utama bagi KPM adalah memantau status di aplikasi SIKS NG lewat pendamping sosial masing-masing.
Sebaiknya KPM jangan mudah tergiur terhadap unggahan struk yang belum jelas kebenarannya.
Tunggu instruksi resmi atau perkembangan terbaru dari pendamping PKH di wilayah masing-masing.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng masih terus dilakukan.
Pemerintah memastikan lebih dari 35 juta KPM akan menerima bantuan pangan beras dan minyak goreng.
Editor : Siti Dewi Yanti