Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mensos Gus Ipul Usul Perluasan Penerima Bansos 2026: Bukan Sekadar Tebal, Tapi Harus Merata

Kholikul Ihsan • Selasa, 28 April 2026 | 21:50 WIB
Ilustrasi rapat Kemensos membahas bansos. (Foto: kemensos.go.id)
Ilustrasi rapat Kemensos membahas bansos. (Foto: kemensos.go.id)

RADAR BOGOR - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membawa terobosan baru dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Satgas Percepatan Program Pemerintah di Jakarta, Selasa 28 April 2026, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) adalah mesin penggerak konsumsi masyarakat yang vital bagi pertumbuhan ekonomi, dikutip dari laman resmi kemensos.go.id.

Bukan sekadar menambah nominal, Mensos justru mengusulkan strategi perluasan jangkauan penerima manfaat agar dampak ekonomi terasa lebih luas hingga ke akar rumput.

Baca Juga: Bansos PKH 2026 Tahap 2 Diprediksi Cair Bulan Ini, Simak Rincian Bantuan, Mekanisme Pencairan, dan Ketentuan untuk KPM

Perluasan Jangkauan di Atas Penebalan
Gus Ipul menjelaskan bahwa fokus utama Kemensos saat ini adalah memastikan kelompok rentan yang berada di desil 1–4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapatkan haknya secara tepat sasaran melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT.

“Bansos bagian dari komponen pertumbuhan ekonomi. Kami mengusulkan bukan penebalan, tapi perluasan penerima manfaat,” jelas Gus Ipul dalam rapat tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat di lapisan terbawah tetap terjaga, yang secara otomatis akan menopang angka konsumsi domestik sebagai pilar PDB Indonesia.

Baca Juga: Status Penyaluran Bansos 28 April 2026 di SIKS NG: Bank BRI dan BSI Sudah Masuk Tahapan SPM

Integrasi Data dan Dorongan untuk UMKM

Tak hanya soal distribusi uang dan sembako, Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga. 

Ia menyoroti koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memuluskan implementasi program di daerah agar tidak terjadi tumpang tindih atau salah sasaran.

Selain itu, Mensos juga mengaitkan peran sektor UMKM dan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai bagian dari program prioritas Presiden.

Baca Juga: Wanita Diduga Hendak Akhiri Hidup di Jalan Pandu Raya, Dinsos Kota Bogor Ungkap Kondisinya

“UMKM ini bagian penting dari program prioritas Presiden, jadi harus kita dorong bersama seperti Kopdes,” tambahnya.

Relaksasi Kebijakan demi Akselerasi Ekonomi

Rapat yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ini merupakan tindak lanjut dari Keppres Nomor 4 Tahun 2026. 

Selain fokus pada jaring pengaman sosial, Satgas ini juga membahas langkah-langkah ekstrem untuk menggairahkan industri, antara lain:

Baca Juga: Coding Camp DBS–Dicoding Perdana Digelar Luring di SMK Wikrama Bogor, Latih Skill Digital hingga Soft Skills

 -Reformasi perizinan impor untuk memangkas birokrasi.

 -Penyelesaian masalah gas industri dan LPG.

 -Relaksasi tarif impor bahan baku industri dari 5 persen menjadi 0 persen untuk jangka waktu tertentu.

Menko Airlangga Hartarto berharap Satgas ini mampu menjadi booster bagi pertumbuhan nasional melalui berbagai langkah percepatan dan relaksasi kebijakan.

Baca Juga: Coding Camp DBS–Dicoding Perdana Digelar Luring di SMK Wikrama Bogor, Latih Skill Digital hingga Soft Skills

Para Menteri yang Hadir

Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran kabinet yang solid, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengejar target ekonomi, diantaranya, Menteri Sosial, Menteri Investasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, serta jajaran menteri teknis lainnya.***

Editor : Asep Suhendar
#mensos #bpnt #bansos #pkh