RADAR BOGOR - Pembaruan mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026 menunjukkan adanya perkembangan bertahap di dalam sistem administrasi.
Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Selasa, 28 April 2026, pada aplikasi SIKS-NG per April 2026, proses pencairan masih berjalan sesuai alur yang telah ditetapkan, dengan perbedaan progres antarbank penyalur dan jenis bantuan yang diterima oleh masyarakat.
Update Status Pencairan di Aplikasi SIKS-NG
Perkembangan status dalam sistem SIKS-NG memperlihatkan bahwa sebagian bantuan telah memasuki tahap lanjut dalam proses administrasi.
Untuk penyaluran melalui Bank BRI dan BSI, status telah mencapai SPM (Surat Perintah Membayar), yang menandakan bahwa proses administratif dari pihak Kementerian Sosial telah diselesaikan dan tinggal menunggu tahapan berikutnya di bank penyalur.
Pada bantuan PKH, status yang sama juga telah tercapai, menunjukkan bahwa data penerima sudah masuk dalam proses lanjutan untuk verifikasi dan kesiapan pencairan di sistem perbankan.
Sementara itu, untuk BPNT yang disalurkan melalui Bank Mandiri, statusnya masih belum mencapai SPM, sehingga proses pencairannya masih berada pada tahap sebelumnya dan membutuhkan waktu tambahan sebelum dapat direalisasikan.
Klarifikasi Bukti Struk yang Beredar
Munculnya berbagai bukti transaksi yang beredar di masyarakat menimbulkan kebingungan terkait kepastian pencairan bantuan. Dalam hal ini, perlu dibedakan antara jenis transaksi yang tercantum pada struk.
Struk penarikan tunai dengan nominal Rp570.000 menunjukkan adanya aktivitas pengambilan dana dari rekening, yang kemungkinan berkaitan dengan bantuan sosial yang telah masuk.
Namun, terdapat pula struk dengan keterangan setoran sebesar Rp500.000, yang berarti adanya dana yang dimasukkan ke dalam rekening, bukan dana bantuan yang dicairkan.
Perbedaan ini penting dipahami agar tidak terjadi kesalahan persepsi terkait status bantuan yang diterima.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Usul Perluasan Penerima Bansos 2026: Bukan Sekadar Tebal, Tapi Harus Merata
Bantuan Sosial Lain yang Sedang Disalurkan
Selain PKH dan BPNT, terdapat beberapa program bantuan lain yang juga sedang berjalan pada periode akhir April 2026.
Bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional masih disalurkan dalam bentuk beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, dengan distribusi yang mencakup berbagai daerah seperti Aceh, Bekasi, hingga Manado.
Program Indonesia Pintar (PIP) juga mulai menyalurkan dana termin pertama untuk periode Februari hingga April 2026, dengan prioritas kepada siswa di jenjang akhir pendidikan seperti kelas 6 SD, 9 SMP, serta 12 SMA atau SMK.
“Untuk BPNT melalui Bank Mandiri, statusnya terpantau belum SPM. Sementara itu, dana PIP (Program Indonesia Pintar) termin pertama untuk siswa kelas akhir (SD, SMP, SMA) sudah mulai cair ke rekening Simpel,” ungkap narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Di wilayah DKI Jakarta, bantuan pemenuhan kebutuhan dasar juga disalurkan melalui beberapa program seperti Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), yang mencakup ratusan ribu penerima manfaat.
Baca Juga: Status Penyaluran Bansos 28 April 2026 di SIKS NG: Bank BRI dan BSI Sudah Masuk Tahapan SPM
Imbauan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Dalam menghadapi proses pencairan yang berlangsung bertahap, Keluarga Penerima Manfaat diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan pengecekan ke ATM hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Hal ini bertujuan untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu serta antrean yang tidak efektif. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui sistem gelombang atau batching, sehingga waktu pencairan setiap penerima dapat berbeda.
Untuk memperoleh informasi yang lebih akurat, pemantauan status bantuan disarankan dilakukan melalui pendamping sosial atau kanal resmi yang tersedia.***
Editor : Eli Kustiyawati