RADAR BOGOR - Proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua periode April–Juni 2026 mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah wilayah.
Aktivitas pengecekan saldo di ATM maupun agen bank meningkat, seiring beredarnya informasi bansos sudah mulai cair.
Namun, berdasarkan analisis data lapangan dan sistem SIKS-NG, pencairan itu belum berlangsung secara merata di seluruh Indonesia.
Penyaluran bansos masih dilakukan secara bertahap dan bergelombang sesuai kesiapan sistem dan bank penyalur.
Pantauan pada dashboard monitoring SIKS-NG menunjukkan untuk bank penyalur seperti BRI dan BSI, status sudah mencapai tahap Surat Perintah Membayar (SPM).
Hal ini menjadi sinyal bansos proses administrasi pencairan telah memasuki tahap lanjutan.
Untuk program PKH, status SPM juga sudah muncul pada sejumlah data penerima, menandakan kesiapan pencairan semakin dekat.
Baca Juga: Wanita Diduga Hendak Akhiri Hidup di Jalan Pandu Raya, Dinsos Kota Bogor Ungkap Kondisinya
Namun, berbeda dengan BPNT, khususnya yang disalurkan melalui Bank Mandiri, yang hingga saat ini masih berada pada tahap sebelum SPM.
Perbedaan progres antar bank dan wilayah ini dinilai wajar, mengingat penyaluran bansos dilakukan dalam skala nasional dengan sistem bertahap.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga menegaskan pencairan tidak dilakukan secara serentak, melainkan melalui mekanisme gelombang atau batching.
Baca Juga: Wanita Diduga Hendak Akhiri Hidup di Jalan Pandu Raya, Dinsos Kota Bogor Ungkap Kondisinya
Dengan kondisinya, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo karena setiap daerah memiliki jadwal pencairan bansos yang berbeda.***
Editor : Maulidia