RADAR BOGOR - Proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 terus menunjukkan perkembangan.
Berdasarkan pantauan terbaru di sistem SIKS-NG, sebagian besar data penerima sudah memasuki tahap Surat Perintah Membayar (SPM).
Untuk program PKH, beberapa bank penyalur seperti BSI dan BRI dilaporkan sudah mencapai tahap lebih lanjut, bahkan mendekati proses Standing Instruction (SI).
Baca Juga: Ide Akademisi IPB Jadi Gerakan Nasional Berantas Hama Pertanian
Sementara itu, Bank Mandiri juga disebut telah masuk tahap SPM, dan Bank BNI masih dalam proses menyusul.
Di sisi lain, untuk bansos BPNT, progres masih belum merata. Hingga saat ini, baru Bank BSI yang dilaporkan sudah mencapai tahap SPM, sedangkan bank lainnya masih dalam proses administrasi.
Dengan munculnya status SPM di berbagai bank penyalur, peluang pencairan bansos dalam waktu dekat semakin besar.
Baca Juga: Dari Dramaga ke Turkiye: Kolaborasi IPB dan IIIEF Buka Jalan Baru Ekonomi Syariah di Era Digital
Jika status meningkat menjadi SI, maka dana bantuan biasanya akan mulai masuk ke rekening KKS dalam waktu singkat secara bertahap.
Namun demikian, penyaluran bansos tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
Setiap daerah dan bank memiliki jadwal serta kecepatan proses yang berbeda, jadi pencairan bansos dilakukan secara bergelombang.
Baca Juga: Tak Ada Kasus Jual Beli Jabatan, Inspektorat Kota Bogor Sebut Miliki Sistem Anti Suap yang Kuat
Jika dalam waktu dekat status sudah berubah menjadi SI maka ada kemungkinan pencairan bansos mulai terjadi di akhir April. Namun, jika belum maka pencairan bansos diperkirakan bergeser ke awal Mei 2026.***
Editor : Maulidia