RADAR BOGOR - Menjelang pencairan bantuan sosial (bansos) tahap kedua tahun 2026, masyarakat khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta untuk tetap bersabar dan tidak terburu-buru mengecek saldo bantuan.
Pasalnya, sampai akhir April per hari ini Rabu, 29 April 2026 proses pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih berlangsung dan belum dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian wilayah masih berada pada tahap verifikasi rekening.
Baca Juga: SMAN 1 Kota Bogor Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Sistem Zonasi Berpotensi Dihapus
Sementara itu, beberapa daerah yang menggunakan bank penyalur tertentu seperti BSI mulai menunjukkan perkembangan dengan status sudah memasuki tahap Surat Perintah Membayar (SPM).
Perbedaan status ini menyebabkan waktu pencairan bantuan tidak sama antar daerah. Bahkan dalam satu wilayah, pencairan bansos bisa terjadi secara bertahap tergantung kesiapan data dan proses administrasi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas, termasuk beredarnya bukti transaksi atau struk di media sosial yang belum tentu berasal dari pencairan tahap kedua.
Pendamping sosial juga mengingatkan agar KPM rutin berkomunikasi melalui kegiatan P2K2 atau langsung dengan petugas di wilayah masing-masing guna memperoleh informasi yang valid.
Selain itu, penerima bantuan perlu memastikan data KPM mereka masih sesuai dengan kriteria penerima bansos, termasuk status kesejahteraan dan keaktifan rekening.
Dengan kondisi saat ini, pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua diperkirakan mulai berlangsung pada awal Mei 2026.
Namun, penyaluran bansos tetap dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.***
Editor : Maulidia