RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di seluruh Indonesia.
Dilansir dari Youtube Diary Bansos, Berdasarkan pantauan terbaru pada menu monitoring penyaluran bantuan sosial di sistem SIKS-NG, proses administrasi untuk PKH dan BPNT Tahap 2 (alokasi April-Juni 2026) menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.
Setelah sebelumnya Bank BSI memimpin, kini bank penyalur lain seperti BNI dan BRI dilaporkan telah menyusul dengan status SPM (Surat Perintah Membayar).
Baca Juga: Hati-Hati! di Kota Bogor Ada 8 Lintasan Kereta Sebidang, Dua Titik Tanpa Palang Pintu
1. Progres Administrasi: Dari Verifikasi Hingga SPM
Tahapan penyaluran bansos tahun 2026 ini melewati beberapa fase krusial di tingkat perbankan pusat. Berikut adalah rincian progresnya:
• Keberhasilan Verifikasi: KPM yang telah dinyatakan "Berhasil Cek Rekening" kini mayoritas telah berstatus SPM.
Hal ini menandakan Kementerian Sosial telah menerbitkan instruksi pembayaran kepada pihak perbankan.
• Kondisi Bank Penyalur: Bank BSI, BNI, dan BRI terpantau sudah mulai menunjukkan keterangan SPM secara bertahap.
Untuk Bank Mandiri, proses serupa diprediksi akan segera menyusul dalam waktu dekat.
• Status "Gagal Cek Rekening": Perlu diwaspadai bagi KPM yang memiliki data tidak sinkron antara administrasi kependudukan (Dukcapil) dengan data perbankan, kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan atau kegagalan pencairan pada tahap ini.
2. Estimasi Waktu Pencairan: Akhir April atau Awal Mei?
Muncul pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai kapan saldo benar-benar masuk ke kartu KKS.
Secara teknis, setelah status SPM muncul, masih ada satu tahapan final yaitu SI (Standing Instruction).
"Berdasarkan pantauan sistem per tanggal dua puluh sembilan April dua ribu dua puluh enam, kami mengonfirmasi adanya tren positif di mana bank penyalur besar seperti BNI dan BRI kini telah menyusul status administrasi menjadi SPM," " kata narator dalam Youtube Diary Bansos.
Baca Juga: Akhirnya, Atasi Banjir Langganan di Bogor, Pemasangan Bronjong Dimulai di Cibinong
Meskipun harapan pencairan di sisa hari bulan April ini sangat besar, masyarakat perlu memahami proses menuju SI atau instruksi pemindahbukuan dana dari kas negara ke rekening penerima membutuhkan waktu validasi perbankan," sambungnya.
3. Evaluasi Tahap 1 dan Penyaluran Susulan
Bagi KPM yang merasa bantuan Tahap 1 (Januari-Maret) belum masuk ke rekening, disarankan untuk segera melapor ke pendamping sosial masing-masing. Beberapa poin penting yang perlu dicek antara lain:
• Tingkat Kesejahteraan (Desil): Pastikan peringkat ekonomi Anda (Desil) masih berada dalam kategori yang memenuhi syarat (umumnya Desil 1-4).
• Status Kepesertaan: Lakukan pengecekan apakah status Anda masih aktif sebagai peserta bansos untuk periode berjalan melalui aplikasi SIKS-NG milik pendamping.
• Peralihan Pos ke KKS: Bagi KPM peralihan, beberapa daerah sudah mulai mendistribusikan kartu KKS baru beserta buku tabungan.
Jika belum menerima, kemungkinan besar bantuan tetap disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Akhirnya, Atasi Banjir Langganan di Bogor, Pemasangan Bronjong Dimulai di Cibinong
4. Bantuan Lain yang Masih Berjalan
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga terpantau masih menyalurkan bantuan tambahan hingga minggu ini:
• Bantuan Pangan: Distribusi beras dan minyak goreng masih berlangsung di beberapa daerah yang jadwal penyalurannya belum tuntas.
• Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan pendidikan bagi siswa sekolah juga terpantau terus mengalir bagi mereka yang sudah masuk dalam SK Pemberian.
Meskipun aplikasi Cek Bansos yang diakses publik mungkin belum memperbarui data periode April-Juni, tapi pergerakan di sistem internal SIKS-NG adalah bukti nyata bantuan sedang diproses.
Tetaplah berkoordinasi dengan pendamping sosial untuk mendapatkan informasi bansos yang paling akurat dan valid.***
Editor : Asep Suhendar