RADAR BOGOR - Media sosial saat ini tengah diramaikan oleh unggahan struk penarikan dana bansos dengan nominal variatif, mulai dari Rp600.000 hingga Rp900.000.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH dan BPNT Tahap 2 (alokasi April-Juni 2026) telah cair secara bersamaan di kartu KKS Merah Putih.
Namun, untuk menghindari kekeliruan informasi, masyarakat perlu melihat data secara jujur dan transparan berdasarkan pantauan langsung pada sistem SIKS-NG milik pendamping sosial.
1. Membedah Struk Viral: Bukan PKH atau BPNT
Banyaknya unggahan struk penarikan di grup-grup media sosial seringkali tidak disertai informasi yang lengkap, sehingga memicu salah paham. Berikut adalah fakta sebenarnya:
• Pencairan PIP: Struk dengan nominal tersebut mayoritas merupakan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang memang sedang didistribusikan secara merata kepada siswa sekolah saat ini.
• Informasi Tidak Utuh: Banyak KPM membagikan foto struk dengan keterangan Alhamdulillah cair tanpa menyebutkan jenis bantuannya, sehingga penerima PKH-BPNT mengira dana tersebut adalah bantuan reguler tahap kedua.
Baca Juga: Modus Disenggol Berujung Curanmor di Rumpin Bogor, 3 Bocah Menangis Motor Scoopy Dibawa Kabur
• Status Saldo KKS: Berdasarkan verifikasi lapangan, saldo untuk PKH dan BPNT Tahap 2 saat ini masih terpantau kosong (zonk) karena masih tertahan di proses administratif.
2. Update SIKS-NG: Progres Verifikasi Rekening
Kementerian Sosial memang tengah mempercepat proses administrasi untuk periode April, Mei, dan Juni 2026. Berdasarkan pantauan pada aplikasi SIKS-NG online:
• Perubahan Periode Salur: Seluruh data KPM kini telah berubah periode salurnya menjadi April–Juni 2026.
Baca Juga: Dua Tim Damkar Kabupaten Bogor Tersingkir di Kategori Hose Laying NFSC 2026
• Tahap Verifikasi: Saat ini status bantuan berada pada tahap Verifikasi Rekening (cek rekening). Proses ini akan menentukan apakah KPM dinyatakan "Berhasil" atau "Gagal Onspan".
• Menu Final Closing: Nama-nama penerima dan nominal bantuan sudah mulai terlihat di menu final closing.
KPM dapat berkoordinasi dengan pendamping sosial untuk memastikan status kepesertaan mereka pada tahap ini.
"Per tanggal dua puluh sembilan April dua ribu dua puluh enam, kami mengonfirmasi bahwa bantuan PKH dan BPNT tahap kedua sedang dalam proses percepatan administrasi oleh Kementerian Sosial. Berdasarkan data sistem SIKS-NG, saat ini posisi bantuan masih berada pada tahap verifikasi rekening dan belum mencapai instruksi SI atau Standing Instruction," ungkap narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel.
Baca Juga: Dusun Giok Bogor, Surga Batu Mulia Asli Aceh dengan Koleksi Bernilai Tinggi
3. Mekanisme Nominal yang Akan Diterima
Meskipun dana belum masuk ke rekening, KPM dapat menyiapkan diri dengan mengetahui estimasi nominal yang akan dirapel selama 3 bulan (April-Juni):
• BPNT (Sembako): Dengan indeks Rp200.000 per bulan, maka KPM akan menerima total Rp600.000.
• PKH: Nominal bersifat fleksibel tergantung komponen dalam keluarga (anak sekolah, lansia, ibu hamil, atau disabilitas).
Dana hanya akan cair bagi KPM yang status verifikasi rekeningnya dinyatakan "Berhasil".
Baca Juga: Prestasi Siswa Kembali Gemilang, SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Raih Juara di IT Talent Unida Bogor
Bagi yang "Gagal Onspan", akan dilakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan kendala administratifnya.
Hingga detik ini, bantuan PKH dan BPNT Tahap 2 belum cair secara resmi. Progres saat ini masih tertahan di tahap pengecekan rekening perbankan.
Pastikan Anda selalu merujuk pada informasi dari pendamping sosial, atau kanal informasi bansos yang valid agar tidak terjebak dalam disinformasi yang beredar di grup-grup media sosial.***
Editor : Asep Suhendar