RADAR BOGOR - Menjelang akhir April 2026, jutaan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) kembali dibuat penasaran dengan status pencairan PKH dan BPNT tahap kedua.
Harapan yang sempat meningkat kini berubah menjadi kebingungan setelah hasil pengecekan saldo bansos menunjukkan fakta yang tidak sesuai ekspektasi.
Dalam sebuah pengecekan langsung menggunakan aplikasi mobile banking Livin by Mandiri, seorang KPM di wilayah Kabupaten Ciamis mencoba memastikan apakah bantuan sudah masuk ke rekening KKS miliknya.
Proses dilakukan dengan langkah standar: login ke aplikasi, memasukkan kata sandi, lalu membuka menu rekening KKS Merah Putih yang terdaftar sejak tahun 2021.
Namun hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ada tambahan saldo bantuan yang masuk.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, saldo yang tersedia hanya Rp25.000, yang jelas bukan merupakan nominal bansos yang seharusnya diterima pada tahap kedua ini.
Kondisi ini mencerminkan adanya jeda distribusi yang belum terselesaikan hingga akhir bulan.
Padahal, secara empiris, pencairan bansos biasanya dilakukan secara bertahap sebelum pergantian bulan untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga penerima.
Secara logis, keterlambatan ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari proses verifikasi data penerima, sinkronisasi sistem antar lembaga, hingga kendala teknis dalam sistem perbankan.
Meski demikian, minimnya informasi resmi yang diterima masyarakat memperbesar ruang spekulasi dan keresahan.
Dari perspektif kebijakan publik, transparansi informasi menjadi aspek krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial.
Ketika informasi tidak tersampaikan secara jelas dan tepat waktu, maka dampaknya bukan hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga psikologis penerima bantuan.
Masyarakat kini hanya bisa berharap bahwa pencairan akan segera dilakukan dalam waktu dekat, kemungkinan pada awal Mei 2026.
Baca Juga: DPRD Dorong Sekolah Maung di Kota Bogor Tetap Berlakukan Zonasi, Komisi IV: Walau Kuota Dikit
Sementara itu, para KPM disarankan untuk rutin melakukan pengecekan saldo secara mandiri serta memastikan data mereka tetap valid dalam sistem.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meskipun program bansos telah dirancang secara sistematis, implementasi di lapangan tetap membutuhkan perbaikan berkelanjutan agar lebih responsif, akurat, dan tepat sasaran.
Tanpa itu, tujuan besar pengentasan kemiskinan melalui bansos akan sulit tercapai secara maksimal.***
Editor : Asep Suhendar