RADAR BOGOR - Kabar terbaru terkait pencairan bantuan sosial (bansos) kembali menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menantikan pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua.
Pada Rabu, 29 April 2026, sebuah pengecekan langsung melalui aplikasi perbankan digital menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan dan memicu tanda tanya besar di kalangan penerima bansos.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, berdasarkan hasil pengecekan saldo melalui aplikasi Livin by Mandiri, diketahui bahwa bantuan yang dinantikan hingga akhir April ini ternyata belum juga masuk ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).
Baca Juga: Perwali Penertiban Angkot Tua Kota Bogor Segera Terbit, Tindakan Pengandangan Masuk Opsi
Dalam tampilan aplikasi tersebut, saldo yang tersisa hanya sebesar Rp25.000, tanpa adanya tambahan dana bansos tahap terbaru.
Fenomena ini terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mayoritas KPM-nya menggunakan KKS dari Bank Mandiri.
Proses pengecekan dilakukan secara mandiri oleh penerima bantuan dengan cara login ke aplikasi, memasukkan password, dan mengakses menu rekening KKS.
Namun hasilnya masih menunjukkan belum adanya pencairan.
Situasi ini menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Sebagian menduga adanya keterlambatan administratif, sementara yang lain memperkirakan pencairan akan dilakukan secara bertahap hingga awal Mei.
Mengingat pola distribusi bansos sebelumnya, keterlambatan seperti ini memang bukan hal baru, namun tetap saja menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Secara sistematis, program PKH dan BPNT merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan.
Dalam implementasinya, penyaluran dilakukan melalui sistem perbankan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Namun, kendala teknis dan administratif sering kali menjadi faktor penghambat dalam realisasi pencairan tepat waktu.
Dengan kondisi yang ada, harapan besar kini tertuju pada percepatan distribusi bantuan di hari-hari terakhir bulan April atau paling lambat awal Mei.
Masyarakat diimbau untuk tetap memantau saldo secara berkala serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah agar tidak terjebak hoaks atau informasi yang menyesatkan.
Ketidakpastian ini sekali lagi menunjukkan pentingnya peningkatan efisiensi dalam sistem distribusi bansos, agar tujuan utama program yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan dapat tercapai secara optimal dan tepat waktu.***
Editor : Asep Suhendar