RADAR BOGOR - Proses pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT untuk tahap 2 alokasi April, Mei, dan Juni 2026 menunjukkan kemajuan besar.
Dikutip dari channel YouTube Yogafaradika, berdasarkan pantauan terbaru pada aplikasi SIKS-NG, status kedua bansos reguler ini telah berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar), yang artinya dana bantuan selangkah lagi akan masuk ke rekening KKS Merah Putih milik masyarakat.
Pada tahap 2 tahun 2026 ini, pemerintah melalui Kementerian Sosial melakukan percepatan penyaluran bansos agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, terutama setelah penyaluran susulan tahap pertama dinyatakan tuntas.
Proses Administrasi di SIKS-NG Dipercepat
Dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), bantuan PKH dan BPNT untuk periode April-Juni kini sudah berada pada posisi Final Closing.
“Saat ini di menu final closing sudah bisa dilihat nama-nama KPM yang akan dapat pencairan dan juga nominal yang akan diterima,” ungkap narator kanal Yogafaradika.
Artinya, daftar nama penerima dan nominal bantuan sudah dikunci oleh pemerintah. Bagi KPM yang statusnya sudah muncul sebagai SPM, bantuan dipastikan akan cair.
Namun, bagi KPM yang statusnya tertulis Gagal Omspan, pemerintah akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui kendala administrasi yang terjadi.
Penting untuk dipahami bahwa setelah status SPM, masih ada dua tahapan krusial lagi, yaitu penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dan status SI (Standing Instruction).
Hanya setelah status berubah menjadi SI, bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI akan mentransfer saldo ke kartu KKS masing-masing KPM secara bertahap.
Hati-hati Struk Pencairan Hoaks di Media Sosial
Belakangan ini, banyak beredar foto struk penarikan saldo sebesar Rp600.000 hingga Rp1.200.000 di grup-grup Facebook dan WhatsApp.
Masyarakat diminta untuk lebih teliti. Faktanya, struk yang beredar tersebut mayoritas merupakan pencairan Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk anak sekolah yang memang sedang cair merata bulan ini, bukan saldo PKH atau BPNT tahap 2.
“Terkait struk pencairan yang saat ini bertebaran di media sosial, struk tersebut sebenarnya merupakan struk pencairan untuk Bantuan Program Indonesia Pintar atau bantuan PIP anak sekolah yang memang saat ini sedang mulai dicairkan hingga merata,” kata saluran Yogafaradika.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sudah SPM, Ini Tahapan Terakhir Sebelum Dana Masuk
Penyaluran BPNT kali ini akan dicairkan sekaligus untuk tiga bulan dengan total Rp600.000 per KPM.
Sementara untuk PKH, nominal yang diterima akan sangat bergantung pada komponen yang dimiliki keluarga, seperti adanya anak sekolah, balita, atau lansia.
Jika proses berjalan lancar, saldo diprediksi mulai membanjiri rekening KKS dalam waktu dekat setelah instruksi SI diterbitkan oleh pusat.
Pastikan nama Anda masuk dalam daftar final closing tahap ini melalui pendamping di wilayah masing-masing. Bagi Anda yang ingin memantau status secara mandiri, silakan akses portal resmi cekbansos.kemensos.go.id secara berkala.***
Editor : Asep Suhendar