RADAR BOGOR — Menjelang pergantian bulan, ketidakpastian pencairan bantuan sosial (bansos) PKH BPNT kembali menjadi sorotan.
Hasil pengecekan terbaru menunjukkan bahwa bantuan tahap kedua dari program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum masuk ke rekening penerima hingga malam 30 April 2026.
Melalui akses digital menggunakan aplikasi Livin' by Mandiri, seorang KPM dengan KKS tahun 2021 melakukan verifikasi saldo bansos PKH BPNT secara langsung.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Keagamaan, Kantor Kemenag Kota Bogor Silaturahmi dengan PD Persis
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, hasilnya cukup mengejutkan, tidak ada tambahan dana baru, hanya tersisa saldo Rp25.000 dari pencairan sebelumnya.
Data transaksi menunjukkan bahwa bantuan PKH tahap pertama yang diterima pada Februari lalu hampir seluruhnya telah digunakan.
Dari total Rp975.000, hanya tersisa Rp5.000. Sedangkan bantuan BPNT senilai Rp600.000 telah habis dicairkan.
Baca Juga: Silaturahmi dengan Wali Kota, Dedie Rachim, HIPMI Kota Bogor Perkuat Kolaborasi Pembangunan Ekonomi
Situasi ini mencerminkan realitas yang dihadapi banyak keluarga penerima manfaat ketergantungan terhadap bansos yang tinggi membuat keterlambatan sekecil apa pun berdampak signifikan pada kondisi ekonomi rumah tangga.
Di sisi lain, sistem distribusi bansos memang tidak selalu berlangsung serentak.
Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait biasanya melakukan penyaluran secara bertahap guna memastikan ketepatan sasaran.
Proses validasi data, sinkronisasi sistem, hingga kesiapan bank penyalur seperti Bank Mandiri menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi.
Baca Juga: Hidden Cafe di Bogor, Hadiqa Secret Garden Tawarkan Suasana Tenang dan Intimate
Meski belum ada kepastian tanggal pencairan, tren sebelumnya menunjukkan bahwa bantuan sering kali cair di awal bulan berikutnya ketika terjadi keterlambatan di akhir periode.
Oleh karena itu, awal Mei 2026 menjadi waktu yang paling dinantikan oleh para penerima manfaat.
Pengamat kebijakan sosial menilai bahwa transparansi informasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Masyarakat membutuhkan kepastian jadwal agar dapat mengatur keuangan rumah tangga dengan lebih baik.
Baca Juga: Serasa Masuk Dunia Fantasi! Light Wonderland di Taman Rekreasi Wiladatika Bikin Mata Tak Berkedip
Untuk saat ini, masyarakat disarankan terus memantau perkembangan melalui kanal resmi serta melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Dengan dukungan teknologi digital, proses ini menjadi lebih mudah dan cepat dibandingkan metode konvensional.
Satu hal yang pasti, harapan tetap ada. Jutaan KPM di seluruh Indonesia kini menunggu kepastian, berharap bantuan segera cair dan dapat kembali membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga