RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2 Termin 1 tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan signifikan setelah Kementerian Sosial merilis daftar wilayah penerima sekaligus memperbarui status penyaluran di sistem SIKS-NG.
Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Jumat, 1 Mei 2026, proses penyaluran saat ini telah mencapai tahap Surat Perintah Membayar (SPM) dan tengah berlanjut menuju tahap SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana, yang menjadi penanda bahwa dana segera ditransfer ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pada termin pertama ini, jumlah penerima yang tercatat cukup besar, yakni mencapai 7.380.476 KPM di berbagai daerah di Indonesia, yang menunjukkan skala distribusi bantuan yang luas dan merata.
Baca Juga: Gabung Aksi May Day di Jakarta, BEM UMBARA Soroti Isu Upah Buruh dan Pendidikan
Penyaluran bantuan dilakukan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara, dengan pembagian wilayah yang telah ditentukan untuk mempermudah proses distribusi. Setiap bank memiliki cakupan daerah masing-masing yang menjadi tanggung jawab dalam proses pencairan dana kepada masyarakat penerima.
• Bank Mandiri
Wilayah yang masuk dalam penyaluran melalui Bank Mandiri mencakup sejumlah kabupaten seperti Bogor, Brebes, Garut, Jember, Banyumas, Sumenep, Cilacap, Kebumen, Lampung Timur, Gunung Kidul, Ciamis, Pandeglang, serta beberapa daerah lainnya.
Distribusi melalui Bank Mandiri umumnya mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian daerah di luar Pulau Jawa.
Baca Juga: TP PKK Kabupaten Bogor Raih Juara Favorit di Ajang Pusaka Pusat Karya Nusantara 2026
• Bank BNI
Bank BNI menyalurkan bantuan ke wilayah Kabupaten Cirebon, Malang, Indramayu, Probolinggo, Tuban, Pemalang, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Kediri, Lamongan, Bojonegoro, Karawang, Pasuruan, hingga Kota Tangerang.
Wilayah ini didominasi oleh daerah dengan jumlah penerima yang cukup padat, sehingga proses pencairan memerlukan penyesuaian waktu agar berjalan lancar.
• Bank BRI
Untuk Bank BRI, wilayah penyaluran meliputi Kabupaten Tangerang, Cianjur, Tasikmalaya, Lombok Timur, Sampang, Grobogan, Kota Medan, Bangkalan, Subang, Majalengka, Demak, Lampung Selatan, serta Kota Palembang.
Baca Juga: Demo di Depan Istana Bogor, Mahasiswa Desak Kesejahteraan Buruh
Bank ini umumnya menjangkau daerah dengan karakteristik geografis yang beragam, termasuk wilayah luar Jawa.
• Bank BSI (Khusus Aceh)
Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi penyalur khusus untuk wilayah Aceh, mencakup Aceh Utara, Pidie, Aceh Besar, Aceh Timur, Bireuen, hingga Kota Banda Aceh dan Sabang. Penyaluran melalui BSI mengikuti kebijakan khusus yang berlaku di provinsi tersebut.
Selain pencairan PKH dan BPNT, terdapat pula beberapa program bantuan lain yang turut disalurkan pada April 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Bantuan pangan masih dilanjutkan dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter per penerima, yang menjadi salah satu bantuan langsung untuk kebutuhan pokok.
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk termin pertama periode Februari hingga April 2026 diprioritaskan bagi siswa kelas akhir seperti kelas 6 SD, kelas 9 SMP, serta kelas 12 SMA/SMK, yang dinilai membutuhkan dukungan lebih dalam menyelesaikan jenjang pendidikan mereka.
“program Indonesia Pintar atau PIP untuk termin pertama periode Februari April 2026 telah mulai mengalir ke rekening simpel siswa,” ulas narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Dekan FKIP UIKA Bogor: Saat AI Mengajar Lebih Cepat, Siapa yang Membentuk Karakter?
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, terdapat bantuan tambahan melalui program bansos daerah seperti Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), yang menyasar kelompok rentan dengan kebutuhan spesifik.***
Editor : Asep Suhendar