RADAR BOGOR - Memasuki minggu pertama Mei 2026, pemerintah dipastikan mempercepat penyaluran tiga jenis bantuan sosial (bansos) sekaligus.
Berdasarkan pantauan terbaru di aplikasi SIKS-NG, status pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap 2 kini telah mencapai tahap SPM (Surat Perintah Membayar), yang menandakan dana akan segera masuk ke rekening kartu KKS para penerima dalam waktu dekat.
Update Status Bansos di SIKS-NG: Dari SPM Menuju SI
Hingga hari ini, 1 Mei 2026, status di aplikasi SIKS-NG untuk bantuan PKH dan BPNT periode April-Juni menunjukkan perkembangan signifikan.
Semua bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI terpantau sudah berada pada posisi SPM. Status SPM berarti Kementerian Sosial telah menerbitkan perintah pembayaran.
Langkah selanjutnya adalah terbitnya Standing Instruction (SI), yaitu instruksi akhir ke bank untuk melakukan pengisian saldo (top-up) ke rekening KPM.
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, wilayah Aceh (Bank BSI) biasanya akan menerima pencairan lebih awal, disusul oleh wilayah lain secara bertahap. Jika status sudah berubah menjadi SI, dana bantuan diprediksi cair ke rekening KKS dalam waktu paling lama satu minggu.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Awal Mei 2026, Ini Penyebab Bantuan Belum Kunjung Cair
Daftar 3 Bansos yang Cair di Bulan Mei 2026
Selain bantuan tunai, terdapat bantuan pangan yang juga dijadwalkan cair serentak bulan ini. Berikut rinciannya:
1. PKH Tahap 2: Ditargetkan untuk 10 juta penerima. Pada termin pertama Mei ini, sekitar 7 juta KPM akan diprioritaskan untuk menerima pencairan.
2. BPNT Tahap 2: Bantuan sembako tunai ini menyasar 18,8 juta KPM yang terdaftar dalam Desil 1 hingga Desil 4 di data DTKS.
3. Bantuan Pangan Nasional (Bapanas): Berupa beras 10 kg dan minyak goreng. Penyaluran ini merupakan lanjutan bagi wilayah-wilayah yang sempat tertunda di bulan sebelumnya karena kendala stok komoditas di daerah.
Verifikasi Ketat
Kemensos terus melakukan verifikasi ulang agar bantuan sosial tahap kedua ini benar-benar tepat sasaran.
Hal ini menyebabkan adanya sebagian data KPM yang dihapus atau digantikan dengan penerima baru yang dianggap lebih membutuhkan.
Baca Juga: Demo di Depan Istana Bogor, Mahasiswa Desak Kesejahteraan Buruh
Oleh karena itu, para KPM diimbau untuk tidak tergesa-gesa mengecek saldo ke ATM atau agen guna menghindari kekecewaan jika dana belum masuk secara merata.
Masyarakat juga didorong untuk melakukan Graduasi Mandiri jika kondisi ekonominya sudah sejahtera. Langkah ini memberikan kesempatan bagi warga miskin lainnya yang masuk dalam Desil 1 dan 2 namun belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah karena keterbatasan kuota.
Para penerima manfaat disarankan untuk tetap menjalin komunikasi dengan pendamping sosial setempat guna mendapatkan informasi akurat mengenai nama-nama yang masuk dalam daftar cair tahap ini.
Baca Juga: Demo di Depan Istana Bogor, Mahasiswa Desak Kesejahteraan Buruh
Pastikan Anda tidak memberikan pin KKS kepada siapapun dan selalu waspada terhadap hoaks yang mengatasnamakan pencairan bansos di media sosial.***
Editor : Asep Suhendar