Alasan pengeluaran dari daftar KPM bansos PKH BPNT tersebut beragam, mulai dari human error (kesalahan sistem) hingga dinyatakan sudah sejahtera dan tidak lagi membutuhkan bantuan sosial, dilansir dari kanal YouTube Pendamping PKH.
Hal ini menjadi penting bagi setiap KPM bansos PKH BPNT untuk segera memverifikasi status mereka sebelum pencairan dimulai, agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan sosial.
Penyebab 25.000 KPM Hilang dari Daftar Penerima
Dalam proses penyaluran PKH BPNT tahap 2 tahun 2026, telah ditemukan masalah signifikan yang mempengaruhi ribuan keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Sekitar 25.000 KPM yang telah menerima bantuan pada tahap 1 kini tidak masuk dalam daftar penerima manfaat untuk tahap 2.
“Memang kurang lebih ada 25.000 KPM yang dinyatakan ini human error atau sudah dinyatakan sejahtera,” jelas narator kanal Pendamping PKH.
Penghapusan 25.000 KPM dari daftar penerima manfaat bukan tanpa sebab. Ada dua alasan utama mengapa keluarga-keluarga ini tidak lagi masuk dalam penyaluran bantuan sosial tahap 2:
- Pertama: Human Error (Kesalahan Data Sistem)
Salah satu penyebab utama adalah human error atau kesalahan yang terjadi dalam sistem pencatatan data.
Kesalahan ini bisa berasal dari berbagai tahap, mulai dari pendataan awal oleh petugas, entry data yang salah, hingga kesalahan administratif dalam proses verifikasi.
Kesalahan semacam ini sering terjadi mengingat jumlah KPM yang sangat besar dan proses pendataan yang kompleks melibatkan berbagai lembaga dan tingkatan pemerintahan.
-Kedua: Dinyatakan Sudah Sejahtera
Alasan kedua adalah bahwa beberapa KPM telah dinyatakan sudah sejahtera dan tidak lagi memenuhi kriteria untuk menerima bantuan sosial.
Penentuan status sejahtera ini dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi data yang melibatkan pendamping PKH di lapangan.
Jika data menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga sudah meningkat dan melebihi batas kesejahteraan minimum yang ditetapkan, maka keluarga tersebut akan dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga Sumber : Youtube Pendamping PKH