RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada Mei 2026 yang menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sejumlah program dari pemerintah pusat hingga daerah dipastikan memasuki tahap pencairan, bahkan sebagian bansos sudah berada pada proses akhir administrasi.
Program unggulan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua untuk periode April–Juni kini telah mencapai status Surat Perintah Membayar (SPM).
Baca Juga: Berteduh Saat Hujan, Wanita di Cibinong Bogor Meregang Nyawa Tertimpa Tembok Roboh
Artinya, dana tinggal selangkah lagi masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berdasarkan pola sebelumnya, pencairan diprediksi terjadi pada awal Mei.
Besaran bantuan PKH sendiri bersifat variatif, tergantung komponen keluarga seperti ibu hamil, anak sekolah, hingga lansia.
Hal ini berbeda dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako yang memiliki nominal tetap.
Baca Juga: Geng Motor Bentrok di Sukamantri Bogor, Dibubarkan Polisi dan Warga, Tiga Orang Ditangkap
BPNT tahap kedua juga segera cair dengan nilai Rp200.000 per bulan.
Umumnya, pencairan dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga penerima akan mendapatkan Rp600.000 dalam satu tahap.
Tak hanya itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Dilansir dari YouTube Pendamping Sosial, tahun ini terdapat pembaruan signifikan, yakni penambahan penerima dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Baca Juga: Lampu Penyebrangan Orang di Depan Balaikota Bogor Rusak, Pejalan Kaki Was-was
Anak TK dari keluarga desil rendah mulai menerima bantuan sebesar Rp400.000.
Sementara itu, pencairan PIP untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA masih berlangsung secara bertahap hingga Mei.
Pemerintah mengimbau orang tua untuk aktif mengecek status pencairan melalui sekolah masing-masing, khususnya melalui operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain bantuan tunai, terdapat pula bantuan non-tunai seperti PBI Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
Program ini kerap disalahpahami masyarakat karena tidak memberikan uang langsung.
Padahal, manfaatnya berupa pembayaran iuran BPJS Kesehatan oleh pemerintah, sehingga peserta dapat mengakses layanan kesehatan gratis selama statusnya aktif.
Di tingkat daerah, berbagai bantuan juga terus digulirkan. Salah satunya adalah BLT Dana Desa yang menyasar masyarakat yang belum menerima bansos pusat.
Bantuan ini bernilai Rp300.000 per bulan dan biasanya disalurkan tiga bulan sekaligus, mencapai Rp900.000.
Baca Juga: Kisi-kisi Lengkap Tes Koperasi Desa Merah Putih: Simak Bocoran Materi TPK TMK dan Ambang Batasnya
Beberapa daerah juga memiliki program tambahan seperti bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah, serta bantuan khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Dengan beragam program yang berjalan, Mei 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat penerima bansos.
Pemerintah menekankan pentingnya validitas data agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.***
Editor : Asep Suhendar