RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membuka jalur partisipasi masyarakat untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2026.
Atas arahan Presiden, sistem data bansos kini lebih transparan dan terbuka untuk masukan dari masyarakat meski bukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Mereka yang merasa data mereka kurang akurat atau ingin menyanggah dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos, call center, atau WhatsApp center yang telah disediakan.
Baca Juga: ASN Bakal Terima Komponen THR Full di 2026, Tapi Benarkah Gaji Ikut Naik? Cek Fakta Lengkapnya
Transparansi Data Bansos: Dari Keluhan hingga Solusi
Selama ini, keluhan dari masyarakat sering terdengar bahwa data penerima bantuan sosial hanya menyentuh kelompok tertentu.
“Yang didata cuma orang-orang yang dekat dengan Pak Kades, dekat pendamping, dekat ini, dekat itu tokoh,” ujar Menteri Sosial, dilansir dari YouTube KemensosRI.
Merespons keluhan tersebut, Presiden menyampaikan instruksi agar Kemensos membuka jalur partisipasi selebar-lebarnya.
Baca Juga: Gadai Emas di Pegadaian: Pilihan Strategi Finansial Cerdas
Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada setiap masyarakat untuk terlibat dalam proses perbaikan data bansos.
Dengan demikian, tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan dari program bantuan pemerintah.
Tiga Cara Mudah untuk Usul Sanggah Data Bansos Anda
Kemensos telah menyediakan tiga saluran komunikasi yang mudah diakses bagi masyarakat yang ingin mengajukan usul, sanggahan, atau koreksi data.
Setiap saluran dirancang untuk memudahkan masyarakat dari berbagai latar belakang teknologi.
1. Aplikasi Cek Bansos
Cara paling modern dan detail adalah menggunakan aplikasi Cek Bansos. Melalui aplikasi ini, Anda dapat langsung mengecek status data Anda, melihat bantuan sosial yang Anda terima, dan mengajukan usul atau sanggahan.
“Bagi yang ingin usul, ingin menyanggah, dipersilakan dengan melampirkan data-data yang ada. Aplikasinya namanya Cek Bansos,” ungkap Gus Ipul.
Lampirkan data-data pendukung yang Anda miliki untuk memperkuat permohonan Anda. Proses ini memudahkan Kemensos untuk memverifikasi informasi yang Anda berikan.
Baca Juga: Berteduh Saat Hujan, Wanita di Cibinong Bogor Meregang Nyawa Tertimpa Tembok Roboh
2. Call Center Kemensos 021-171
Bagi yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi, layanan call center 021-171 siap membantu. Anda dapat menelepon nomor ini untuk menanyakan status data, mengajukan pertanyaan, atau melaporkan adanya kekeliruan data. Petugas akan mencatat laporan Anda dan meneruskannya ke divisi yang berwenang.
3. WhatsApp Center 0811-10-222-10
Alternatif ketiga adalah menghubungi WhatsApp center Kemensos di 0811-10-222-10. Saluran ini mungkin menjadi pilihan paling mudah bagi yang ingin berkomunikasi dengan santai sambil melampirkan dokumen atau foto yang diperlukan. Respon dari tim Kemensos akan dikirim kembali melalui WhatsApp.
Baca Juga: Berteduh Saat Hujan, Wanita di Cibinong Bogor Meregang Nyawa Tertimpa Tembok Roboh
Alur Pemrosesan Data: Dari Masyarakat hingga Penyaluran Bansos
Setelah Anda mengajukan usul atau sanggahan, data Anda tidak langsung diproses. Ada tahapan yang harus dilalui agar data bansos tetap akurat dan terpercaya.
Nanti data akan masuk ke Kemensos, diteruskan ke BPS. BPS akan melakukan pemutakhiran setiap 3 bulan sekali dan hasil pemutakhiran itulah yang digunakan untuk menyalurkan bansos kepada KPM.
Status Bansos Bisa Berubah Setiap Triwulan Inilah Alasannya
Salah satu hal yang perlu dipahami setiap penerima bansos adalah bahwa status kepesertaan dapat berubah setiap triwulan. Ini bukan kesalahan administrasi, tetapi karena sifat data yang dinamis.
Baca Juga: Berteduh Saat Hujan, Wanita di Cibinong Bogor Meregang Nyawa Tertimpa Tembok Roboh
“Data pada dasarnya adalah dinamis,” tambahnya.
Mengapa data bansos bersifat dinamis? Karena kondisi kehidupan masyarakat terus berubah. Dalam satu hari, ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang pindah tempat, ada yang menikah, ada yang naik kelas ekonomi, dan ada juga yang turun kelas.
Data Anda penting bagi pemerintah untuk memastikan penyaluran bansos yang tepat sasaran, jadi pastikan data anda terus di perbaharui agar tetap valid.***
Editor : Asep Suhendar