RADAR BOGOR - Per tanggal 3 Mei 2026, perkembangan pencairan bantuan sosial (bansos) PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) tahap kedua untuk periode April hingga Juni menjadi perhatian banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Informasi yang beredar di berbagai platform digital memunculkan beragam persepsi, sehingga diperlukan penjelasan yang lebih terstruktur berdasarkan data yang tersedia agar masyarakat tidak salah memahami situasi terkini terkait pencairan bansos tersebut.
Mengutip dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 3 Mei 2026, beredar luas kabar di media sosial yang menampilkan foto struk penarikan dana dengan klaim bahwa bantuan PKH maupun BPNT tahap kedua telah dicairkan.
Informasi ini muncul di berbagai platform seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok dan dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan kondisi aktual, belum terdapat proses pencairan resmi yang berlangsung di bank penyalur seperti BSI, BRI, Mandiri, maupun BNI.
Bukti transaksi yang beredar tersebut berpotensi merupakan dokumentasi pencairan tahap sebelumnya atau bantuan lain yang tidak berkaitan dengan tahap kedua periode April-Juni 2026, sehingga tidak dapat dijadikan acuan valid terkait status pencairan terbaru.
Selanjutnya pada poin kedua, pembaruan data dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) menunjukkan adanya perkembangan.
Baca Juga: Pemenang Sayembara Logo HJB ke-544 Diumumkan Pemkot Bogor, Berikut Bocoran Filosofinya
Secara global, data penerima untuk tahap kedua mulai mengalami pembaruan, yang menandakan proses administrasi sedang berjalan.
Status pencairan saat ini masih berada pada tahap SPM (Surat Perintah Membayar), yang berarti proses belum selesai dan dana belum dapat ditransfer ke rekening KKS.
Tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme penyaluran sebelum masuk ke fase berikutnya yaitu SI (Standing Instruction), yang menjadi penanda bahwa dana siap dikirim ke rekening penerima.
Selain itu, pada tingkat individu, nama KPM beserta detail data pembayaran dan riwayat transaksi mulai muncul di dalam sistem, menandakan bahwa proses verifikasi dan pengolahan data sudah berlangsung lebih lanjut.
“Jika kemarin status untuk bantuan sosial PKH maupun BPNT di data monitoring salur ini data global ya teman-teman, sekarang di SIKS-NG Alhamdulillah sudah bisa dicek per nama KPM di riwayat bansos di view DTKS,” ujar narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Pada poin ketiga, terdapat imbauan yang ditujukan kepada KPM agar tidak melakukan pengecekan saldo secara berulang di ATM dalam kondisi status yang belum menunjukkan pencairan.
Baca Juga: Bukan Cuma PKH dan BPNT, 2 Bansos Tambahan Ini Juga Dikabarkan Mulai Disalurkan Awal Mei 2026
Langkah tersebut dinilai tidak efektif karena dana memang belum tersedia, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman.
Untuk memperoleh informasi yang lebih akurat, masyarakat disarankan melakukan konfirmasi melalui operator di tingkat desa atau kelurahan, pendamping sosial PKH, maupun Dinas Sosial setempat.
Melalui jalur ini, status kepesertaan serta kemungkinan menerima bantuan pada tahap kedua dapat diketahui dengan lebih jelas berdasarkan data resmi.
Baca Juga: Ratusan Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat INKAI Kota Bogor
Pada poin keempat, perkembangan status dalam sistem menunjukkan bahwa pencairan masih menunggu perubahan dari tahap SPM menuju SI.
Proses ini menjadi indikator utama sebelum dana benar-benar masuk ke rekening KKS. Berdasarkan alur yang berjalan, pencairan diperkirakan berlangsung secara bertahap setelah status tersebut berubah, mengikuti mekanisme penyaluran yang berlaku dalam sistem.
Dengan demikian, hingga saat ini proses masih berada pada tahap administrasi akhir dan belum memasuki fase penyaluran dana secara langsung kepada penerima.***
Editor : Asep Suhendar