RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di bulan Mei 2026 menunjukkan perkembangan yang beragam.
Bansos PKH tahap 2 dan BPNT masih dalam status SPM (Surat Perintah Membayar) dan diperkirakan cair di pertengahan hingga akhir Mei, sementara Program Indonesia Pintar (PIP) sudah mulai disalurkan secara bertahap dengan nominal Rp400.000 untuk jenjang TK dan hingga jutaan rupiah untuk SMA/SMK, melansir dari kanal YouTube ANAMOVIE.
Namun, bansos beras dan minyak goreng masih mengalami kendala teknis distribusi di beberapa daerah. Sementara itu, dua program bansos resmi berhenti cair, BLT Kesra dan PKH-BPNT melalui PT Pos tahap 1.
Baca Juga: Benarkah Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Sudah Cair? Cek Fakta Sebenarnya Per Hari Ini di Sini
PKH Tahap 2 dan BPNT Masih SPM, Tunggu Perubahan ke SI
Untuk bulan Mei 2026, ada dua bantuan sosial utama yang ditunggu-tunggu penerima manfaat, PKH tahap 2 dan BPNT program sembako tahap 2.
Status terkini PKH tahap 2 untuk periode April, Mei, dan Juni sudah mencapai SPM (Surat Perintah Membayar). Ini adalah tahapan di mana perintah pencairan sudah dikeluarkan dan dana sedang diproses di sistem perbankan.
“PKH untuk tahap yang kedua ya untuk periode April, Mei, dan Juni. Statusnya sudah SPM atau Surat Perintah Membayar ya dan segera cair kalau statusnya itu sudah berubah ya,” ungkap narator kanal ANAMOVIE.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-50, Ratusan Warga Ikut Program Operasi Katarak Gratis Summarecon di Bogor
Namun, untuk benar-benar bisa masuk ke kartu KKS, status harus berubah menjadi SI (Standing Instruction).
Diperkirakan perubahan status ini akan terjadi dalam beberapa hari, dengan pencairan kemungkinan dimulai di pertengahan atau akhir bulan Mei.
Begitu juga dengan BPNT program sembako tahap 2 dengan nominal Rp600.000 untuk alokasi 3 bulan. Program ini juga diperkirakan akan cair di bulan Mei seiring dengan perubahan status SPM menjadi SI.
Baca Juga: Dari Modal Patungan, Pemuda Irjam Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Bogor Bangun Pertanian Mandiri
Cara Mengecek Status Pencairan
Bagi KPM yang memiliki mobile banking (m-banking), Anda bisa mengecek saldo kapan saja, tidak perlu menunggu 3 hari sekali.
Frekuensi pengecekan bebas, baik sehari 3 kali maupun 10 kali. Namun, harus tetap sabar dan menunggu informasi resmi bahwa status sudah berubah menjadi SI sebelum berharap dana masuk ke rekening.
Bagi yang belum punya m-banking, disarankan mengecek status hanya 3 hari sekali atau seminggu sekali saja melalui SIKS-NG. Untuk informasi paling akurat, tunggu pengumuman resmi bahwa status sudah berubah ke SI dari Kemensos atau bank penyalur.
Program Indonesia Pintar (PIP) Sudah Disalurkan
Berbeda dengan PKH dan BPNT yang masih menunggu, Program Indonesia Pintar (PIP) sudah mulai disalurkan ke penerima manfaat, meskipun masih berlangsung secara bertahap di setiap daerah.
Untuk jenjang TK (Taman Kanak-Kanak), yang merupakan program baru tahun 2026, pencairan sudah dimulai dengan nominal Rp400.000 per anak. Ini adalah kabar gembira bagi keluarga yang memiliki anak usia dini di desil 1-4.
Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat, pencairan sedang berlangsung dalam termin 1 (periode Maret hingga Juni).
Nominal untuk jenjang ini bervariasi tergantung tingkat pendidikan, dengan SMA/SMK mendapat nominal tertinggi hingga jutaan rupiah per tahun.
Baca Juga: Razka Aira Kandidat Kuat Pimpin BM PAN Kota Bogor, Dinilai Punya Integritas dan Visi Kepemudaan
Penting untuk diketahui bahwa penyaluran PIP berbeda-beda di setiap daerah tergantung kesiapan data dari pemerintah daerah setempat.
Bansos Pangan (Beras dan Minyak Goreng) Terkendala di Beberapa Daerah
Bansos pangan yang terdiri dari beras 20 kg dan minyak goreng 4L untuk alokasi 2 bulan juga masih dalam proses penyaluran, namun mengalami kendala di beberapa wilayah.
Status pencairan belum merata di semua daerah, dengan beberapa lokasi masih menunggu distribusi.
Kendala yang dihadapi utamanya adalah masalah teknis distribusi dan logistik. Penyaluran bansos pangan memerlukan koordinasi yang kompleks karena melibatkan banyak pihak, dari pusat hingga daerah, dan harus memastikan produk tidak rusak saat perjalanan.
Berdasarkan informasi terkini, beberapa daerah masih belum menerima pencairan bansos pangan.
“Pencairan di daerah Jawa Tengah bagian selatan daerah Cilacapan itu kita juga masih menunggu ya update-nya,” ujar saluran ANAMOVIE.
Bansos dari Pemerintah Daerah Beragam di Setiap Wilayah
Selain bansos dari pemerintah pusat, ada juga bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah daerah yang nilainya variatif tergantung APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) setiap daerah.
Di Jawa Timur, ada program PKH Plus yang merupakan tambahan dari PKH reguler pemerintah pusat. Program ini memberikan dukungan ekstra bagi KPM yang sudah menerima PKH pusat.
Ada juga BLT Dana Desa dengan nominal Rp900.000 untuk alokasi 3 bulan (atau Rp300.000 per bulan).
Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang layak bantu namun belum tersentuh bansos pusat. Nominal ini bisa berbeda-beda di setiap daerah tergantung ketersediaan dana desa.
Selain itu, banyak pemerintah daerah juga menyediakan bantuan khusus untuk pendidikan, lansia, dan disabilitas sesuai kemampuan APBD masing-masing.
Program-program daerah ini tidak sama antara satu kabupaten dengan kabupaten lain, jadi Anda perlu menanyakan ke dinas sosial setempat tentang program apa saja yang tersedia di wilayah Anda.
Baca Juga: Isu Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 2 2026 Bikin KPM Bingung, Cek Update Terbaru SIKS-NG Hari Ini
Bansos yang Tidak Cair Lagi: BLT Kesra dan PKH-BPNT via PT Pos Tahap 1
Sementara banyak bansos yang terus dijalankan, ada dua program yang resmi berhenti cair dan harus Anda ketahui agar tidak tertipu informasi hoaks.
-BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Keluarga Sejahtera) Tidak Cair:
Program BLT Kesra senilai Rp900.000 yang sempat dijalankan sebelumnya sudah tidak cair untuk bulan Mei 2026.
Meskipun banyak kabar yang beredar di media sosial menyatakan BLT Kesra masih cair atau akan cair, ini adalah informasi yang tidak benar dan tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah.
-PKH dan BPNT via PT Pos Tahap 1 Ditutup:
Saluran penyaluran PKH dan BPNT melalui PT Pos Indonesia untuk tahap 1 sudah ditutup. Jika Anda masih merasa terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT namun belum pernah menerima dana melalui PT Pos, segera lakukan verifikasi status kepesertaan Anda di Dinas Sosial setempat atau tanyakan ke pendamping sosial.
Jika ternyata data Anda sudah dihapus atau tidak aktif, kemungkinan Anda tidak akan menerima PKH atau BPNT untuk tahap berikutnya. Namun, jika status masih aktif, ada harapan untuk menerima bansos di tahap-tahap mendatang melalui saluran perbankan.***
Bagi KPM, tetap sabar dan jangan mudah percaya terhadap informasi tidak valid yang akhir-akhir ini beredar di media sosial. Pantau terus informasi resmi dari Kemensos dan pendamping setempat.***
Editor : Asep Suhendar