RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diimbau untuk rutin melakukan pengecekan saldo rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya bagi penerima yang menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank penyalur bansos.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, himbauan ini muncul menyusul adanya perkembangan proses pencairan bansos Tahap 2 tahun 2026 yang mulai menunjukkan progres di beberapa wilayah.
Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa Bank BSI menjadi salah satu bank Himbara yang lebih dulu menerima Surat Perintah Membayar (SPM) untuk proses penyaluran bantuan sosial PKH maupun BPNT Tahap 2.
SPM sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam mekanisme pencairan bansos.
Setelah SPM diterbitkan, proses selanjutnya biasanya menuju tahap transfer dana ke rekening KKS milik para penerima manfaat.
Meski demikian, pencairan tetap dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh daerah Indonesia.
Karena itu, para KPM disarankan untuk tidak terlalu sering datang ke ATM maupun agen bank hanya untuk mengecek saldo rekening.
Selain dapat menghabiskan waktu dan tenaga, kebiasaan bolak-balik mengecek saldo secara langsung juga berpotensi membuat antrean semakin panjang di agen maupun mesin ATM, terutama saat isu pencairan bansos mulai ramai dibicarakan.
Sebagai solusi yang lebih praktis, pengguna KKS BSI dianjurkan memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi BSI Mobile maupun aplikasi terbaru BYOND by BSI.
Baca Juga: Perkembangan Terbaru Penyaluran Bansos Tahap 2 2026, Daftar Penerima Bantuan Sudah Muncul
Dengan aplikasi tersebut, pengecekan saldo dapat dilakukan langsung melalui telepon genggam dari rumah tanpa perlu keluar biaya transportasi tambahan.
Langkah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi KPM yang tinggal jauh dari pusat layanan perbankan atau agen pencairan.
Selain lebih hemat tenaga, pengecekan saldo melalui aplikasi juga memungkinkan penerima bansos mengetahui status rekening secara lebih cepat dan efisien kapan saja.
Baca Juga: Sudah Masuk Bulan Mei 2026, Bansos Tahap Kedua Ramai Cair, KPM Jangan Langsung Percaya
Namun demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap berbagai informasi pencairan bansos yang belum jelas sumbernya.
Hingga saat ini, informasi resmi mengenai status penerima maupun pencairan bantuan sosial tetap mengacu pada situs resmi cek bansos milik Kementerian Sosial serta informasi dari pendamping sosial resmi di wilayah masing-masing.
Pemerintah juga menegaskan bahwa proses penyaluran PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026 masih berlangsung bertahap karena adanya proses validasi data penerima.
Salah satu faktor yang memengaruhi keterlambatan pencairan adalah penyesuaian data sosial ekonomi terbaru melalui sistem DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Akibat proses validasi tersebut, sebagian rekening KKS mungkin belum langsung menerima saldo bantuan secara bersamaan.
Ada penerima yang lebih dulu cair, sementara lainnya masih menunggu proses verifikasi lanjutan dari pusat maupun pihak bank penyalur.
Baca Juga: KPM Wajib Simak, Ini Penyebab Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tidak Cair ke Rekening KKS Merah Putih
Selain itu, perubahan data administrasi seperti perpindahan domisili tanpa laporan, perbedaan data kependudukan, hingga rekening pasif juga bisa menjadi penyebab bantuan belum masuk ke rekening penerima manfaat.
Oleh sebab itu, KPM diimbau memastikan data kependudukan dan rekening KKS tetap aktif agar proses penyaluran tidak mengalami kendala.
Sementara itu, penggunaan layanan digital perbankan kini mulai didorong lebih luas oleh pihak bank penyalur bansos.
Baca Juga: Benarkah Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Sudah Cair? Cek Fakta Sebenarnya Per Hari Ini di Sini
Untuk nasabah BSI sendiri, sebagian pengguna mulai diarahkan menggunakan aplikasi BYOND by BSI sebagai layanan terbaru pengganti BSI Mobile.
Aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur layanan keuangan digital, termasuk pengecekan saldo rekening bansos.
Meski begitu, sebagian masyarakat masih memilih menggunakan aplikasi BSI Mobile versi lama selama layanan tersebut masih dapat diakses dengan normal.
Baca Juga: Benarkah Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Sudah Cair? Cek Fakta Sebenarnya Per Hari Ini di Sini
Hal ini karena banyak pengguna merasa aplikasi lama lebih ringan digunakan di beberapa tipe ponsel.
Dengan adanya perkembangan proses pencairan bansos Tahap 2 ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh kabar simpang siur di media sosial.
KPM cukup melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui aplikasi mobile banking dan menunggu informasi resmi dari pemerintah maupun pendamping sosial setempat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menerima informasi terkait bansos.
Jangan mudah percaya pada kabar yang menyebut bansos sudah pasti cair secara nasional apabila belum ada pengumuman resmi dari Kemensos maupun status saldo masuk di rekening KKS masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati