Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Belum Terlambat! Pendaftaran Bansos Kemensos Masih Dibuka untuk Warga yang Ekonominya Menurun

Gabriel Anderson Nainggolan • Selasa, 5 Mei 2026 | 07:27 WIB
Penyerahan bansos untuk KPM (Foto: patalan.bantulkab.go.id)
Penyerahan bansos untuk KPM (Foto: patalan.bantulkab.go.id)

RADAR BOGOR - Hingga saat ini, pendaftaran dan pengajuan usulan bantuan sosial (bansos) dari Kemensos RI masih terbuka bagi masyarakat yang benar-benar mengalami penurunan kondisi ekonomi.

Termasuk juga bagi warga yang merasa data kesejahteraannya sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang dan ingin mengajukan turun desil agar peluang menerima bansos seperti PKH maupun BPNT bisa kembali dipertimbangkan pemerintah.

Berdasarkan dari video YouTube Cek Bansos, banyak masyarakat yang belum memahami bahwa sistem bansos sekarang tidak lagi sepenuhnya statis.

Pemerintah melalui Kemensos dan BPS terus melakukan pembaruan data secara berkala melalui sistem DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Baca Juga: Daripada Capek Antre, KPM Bogor Lebih Praktis Cek Saldo Bansos PKH Mei 2026 via Mobile Banking, Praktis dan Mudah

Artinya, kondisi ekonomi warga bisa berubah naik ataupun turun tergantung hasil verifikasi terbaru di lapangan.

Karena itu, bagi masyarakat yang sebelumnya dianggap mampu namun sekarang mengalami penurunan pendapatan, kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut, terkena PHK, atau kondisi ekonomi keluarga semakin berat, masih ada kesempatan untuk memperbarui data agar sesuai dengan kondisi nyata saat ini.

Justru inilah yang sekarang banyak dilakukan warga di berbagai daerah. Mereka mulai aktif mengecek status desil dan mengusulkan pembaruan data melalui aplikasi resmi Cek Bansos maupun lewat desa dan kelurahan masing-masing.

Desil sendiri merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dipakai pemerintah untuk menentukan prioritas penerima bantuan sosial. Semakin rendah angka desil, maka semakin besar peluang seseorang masuk kategori prioritas penerima bansos.

Baca Juga: Dari SPM ke Status SI di SIKS-NG, Ini Tahapan yang Jadi Penentu Cepat atau Lambatnya Bansos Cair dari Pemerintah

Secara umum, penerima PKH dan BPNT diprioritaskan berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Sedangkan masyarakat yang berada di desil atas biasanya dianggap lebih mampu sehingga peluang menerima bantuan menjadi lebih kecil.

Masalahnya, di lapangan banyak warga yang kondisi ekonominya sudah berubah drastis, tetapi data di sistem masih belum ikut berubah.

Akibatnya, ada masyarakat yang sebenarnya sudah kesulitan secara ekonomi namun belum masuk prioritas bansos karena status desilnya masih dianggap tinggi.

Inilah alasan kenapa pemerintah membuka ruang usulan dan sanggahan data melalui aplikasi Cek Bansos maupun jalur pemerintah daerah. Warga diberi kesempatan untuk memperbarui informasi agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga: Dua Skema Bansos Tahap 2 Disebut Dihentikan, Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Dipahami Masyarakat

Untuk melakukan pengajuan turun desil atau usulan bansos, masyarakat perlu menyiapkan beberapa dokumen penting seperti KTP, KK, nomor HP aktif, dan data pendukung kondisi ekonomi terbaru. Dalam beberapa kasus, petugas juga dapat melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Pengajuan bisa dilakukan melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” milik Kemensos RI. Setelah membuat akun, masyarakat dapat mengunggah dokumen identitas serta menyampaikan usulan sesuai kondisi ekonomi keluarga saat ini.

Selain lewat aplikasi, warga juga bisa datang langsung ke kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat agar dibantu proses pengusulan data ke sistem pusat.

Namun perlu dipahami, pengajuan bansos tidak otomatis langsung membuat seseorang menjadi penerima bantuan. Semua data tetap akan diverifikasi dan dicocokkan oleh pemerintah pusat bersama BPS melalui proses validasi berkala.

Baca Juga: Bansos ATENSI YAPI Tahap 2 Belum Cair? Ternyata Masih Proses Bertahap, Simak Info Lengkapnya di Sini

Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengisi data secara jujur dan sesuai fakta lapangan. Jangan sampai ada manipulasi data karena pemerintah sekarang semakin ketat melakukan pemadanan informasi.

Yang tidak kalah penting, warga juga diminta waspada terhadap oknum yang mengaku bisa meloloskan bansos dengan meminta sejumlah uang. Kemensos sudah berkali-kali menegaskan bahwa pengajuan bantuan sosial tidak dipungut biaya apapun.

Masyarakat cukup menggunakan jalur resmi melalui aplikasi Cek Bansos, pemerintah desa, kelurahan, maupun Dinas Sosial setempat. Jika ada pihak yang menjanjikan bansos instan dengan imbalan tertentu, sebaiknya langsung diabaikan.

Baca Juga: Banjir Struk Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 di Banyak Daerah, KPM KKS BNI dan BSI Jadi yang Tercepat Terima Bansos

Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil bagi sebagian masyarakat, peluang memperbarui data bansos ini tentu menjadi angin segar. Apalagi pemerintah terus melakukan evaluasi data agar bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Karena itu, bagi masyarakat yang merasa kondisi ekonominya menurun dan belum masuk prioritas bansos, tidak perlu pasrah.

Selama data bisa dibuktikan dan sesuai hasil verifikasi lapangan, kesempatan untuk masuk kembali dalam prioritas penerima bansos Kemensos RI masih terbuka.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #Desil #bansos #DTSEN