RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 akhirnya mulai menunjukkan titik terang.
Setelah lama dinantikan oleh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kabar menggembirakan datang pada awal Mei ini.
Tepatnya pada 4 Mei 2026, proses pencairan mulai terdeteksi berlangsung di beberapa wilayah, dengan Provinsi Aceh menjadi daerah pertama yang pecah telur.
Baca Juga: Buka Rakor Kontingen Porprov Kota Bogor dengan Cabor, Wali Kota Dedie Rachim Titip Pesan Ini
Berdasarkan laporan yang beredar dari masyarakat, pencairan tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026 sudah mulai masuk ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, Bank Syariah Indonesia (BSI) tercatat sebagai bank penyalur pertama yang menyalurkan bantuan tersebut.
Hal ini sekaligus memperkuat pola sebelumnya, di mana wilayah Aceh kerap menjadi indikator awal dimulainya distribusi bansos nasional.
Nominal bantuan yang diterima oleh KPM pun bervariasi. Ada yang menerima bantuan PKH saja, BPNT saja, hingga kombinasi keduanya dalam satu waktu.
Beberapa laporan menunjukkan angka pencairan mulai dari Rp600.000 hingga lebih dari Rp1.500.000, tergantung pada komponen bantuan yang diterima masing-masing keluarga.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa pencairan ini masih berada pada tahap awal dan belum merata.
Artinya, tidak semua KPM langsung menerima dana pada waktu yang sama. Sistem distribusi dilakukan secara bertahap, mengikuti proses administrasi seperti status SPM (Surat Perintah Membayar) hingga SI (Surat Instruksi).
Baca Juga: Kasus Pencurian Motor Ninja di Jonggol Bogor Terungkap, 3 Pelaku Termasuk Penadah Ditangkap Polisi
Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan, disarankan untuk tetap bersabar dan melakukan pengecekan secara berkala.
Pemeriksaan saldo KKS dapat dilakukan melalui ATM atau agen bank terdekat, namun tidak perlu dilakukan terlalu sering. Interval pengecekan setiap 3 hingga 5 hari dinilai lebih efektif.
Selain itu, KPM juga dapat memantau status bantuan melalui sistem resmi seperti aplikasi atau melalui pendamping sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Hal ini penting untuk memastikan apakah bantuan masih dalam proses, mengalami kendala, atau bahkan tidak memenuhi syarat.
Dengan dimulainya pencairan di Aceh, harapan kini tertuju pada bank-bank penyalur lainnya seperti BRI, BNI, dan Mandiri yang diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Jika tidak ada hambatan, distribusi bansos tahap kedua ini diprediksi akan semakin meluas dalam beberapa hari ke depan.
Momentum ini menjadi angin segar bagi masyarakat penerima manfaat, terutama di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.
Pemerintah diharapkan dapat menjaga konsistensi dan ketepatan waktu dalam penyaluran bansos agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.***
Editor : Asep Suhendar