Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Dikabarkan Sudah Dimulai di KKS BNI dan Mandiri, KPM Jangan Tergesa-gesa Cek Saldo

Kholikul Ihsan • Rabu, 6 Mei 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi pencairan bansos. (Foto: Instagram @pkhtemanggung)
Ilustrasi pencairan bansos. (Foto: Instagram @pkhtemanggung)

RADAR BOGOR - Pencairan bansos PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Tahap 2 untuk periode April–Juni 2026 telah resmi dimulai di berbagai bank penyalur. 

Setelah Bank BSI mulai mencairkan bansos kemarin, kini Bank BNI dan Bank Mandiri juga dilaporkan sudah memulai penyaluran dengan nominal yang berkisar antara Rp600.000 hingga Rp1.500.000 per keluarga, melansir dari kanal YouTube Yogafaradika 

Ada peringatan penting, tidak semua laporan pencairan yang beredar di media sosial adalah valid, dan KPM harus berhati-hati sebelum tergesa-gesa mengecek saldo bansos.

Baca Juga: APBN Jawa Barat Surplus, Kinerja Pajak DJP Jabar III Tumbuh 10,9 Persen hingga Maret 2026

Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Dimulai, Bank BSI Terdepan

Pemerintah telah memulai pencairan bantuan PKH dan BPNT Tahap 2 secara bertahap ke seluruh kartu KKS Merah Putih di berbagai bank penyalur. 

“Alhamdulillah bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH dan juga bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT untuk tahap yang kedua sudah resmi mulai dicairkan secara bertahap, yaitu pencairan untuk alokasi April, Mei, dan Juni tahun 2026,” ulas narator channel Yogafaradika.

Gelombang pertama pencairan dimulai dengan Bank BSI, terutama untuk KPM di Provinsi Aceh dan beberapa daerah lain yang menggunakan kartu KKS Bank BSI. 

Baca Juga: Bansos Mei 2026 Mulai Cair di Berbagai Daerah, PIP, YAPI, PKH dan BPNT Tahap 2 Diproses Bertahap, Ini Penjelasan Lengkap Statusnya

Saat ini, Bank BSI menunjukkan pencairan yang signifikan dengan banyak KPM yang sudah menerima saldo bantuannya.

Pencairan untuk bank penyalur lainnya sedang mengikuti. Berdasarkan status terbaru di aplikasi SIKS-NG, semua bank penyalur termasuk Bank BRI, BNI, dan Mandiri sudah berubah status menjadi SI (Standing Instruction). 

“Semua sudah berubah menjadi standing instruction dan memang biasanya setelah status sudah berubah menjadi SI, selang 24 jam ke depan atau paling lama 1 hingga 2 hari ya, saldo sudah mulai masuk ke kartu KKS Merah Putih,” ungkap saluran Yogafaradika.

Baca Juga: Kabar Penyaluran Bansos Hari Ini: PIP hingga Tambahan Pangan Masih Proses, PKH BPNT Mulai Disalurkan Bertahap

Ada Bukti Pencairan di BNI dan Mandiri, Tapi Hati-Hati Hoaks

Beberapa laporan dari KPM menunjukkan bahwa pencairan sudah terjadi di Bank BNI dan Bank Mandiri. 

Salah satu KPM melaporkan menerima notifikasi dari BNI dengan nominal Rp600.000, yang merupakan pencairan bantuan BPNT. 

KPM lainnya juga mengirimkan bukti struk pencairan di Bank Mandiri dengan nominal yang sama, Rp600.000, dengan tanggal pencairan pada 5 Mei 2026.

Namun, ada peringatan penting yang harus diperhatikan oleh semua KPM dan masyarakat umum. 

Baca Juga: Titik Rawan Perlintasan Sebidang Kereta Api di Kota Bogor Mulai Didata, Kepala Dinas PUPR: Kami Akan Tutup

Berdasarkan investigasi mendalam, banyak laporan pencairan yang beredar di media sosial terutama di grup-grup Facebook adalah fiktif atau tidak valid. 

Laporan-laporan tersebut menunjukkan struk yang sama dan terlihat diulang-ulang tanpa dasar nyata.

“Sehingga buat teman-teman jangan langsung terpengaruh apabila lihat struk seperti itu dan sebelum sahabat sosial mengecek saldo bantuannya lebih baik tunggu dulu struk pencairannya di kartu KKS Bank teman-teman ini sudah mulai ramai ya dan sudah banyak yang memposting dan struk mulai bertebaran ya,” tambahnya.

Saat ini, hanya Bank BSI yang memiliki bukti pencairan yang jelas dan tersebar luas, sementara untuk Bank BRI, BNI, dan Mandiri belum ada bukti struk yang valid dan ramai di masyarakat.

Baca Juga: Taman Safari Indonesia Dukung Transformasi Kebun Binatang Bandung Jadi Lembaga Konservasi Modern

Jangan Tergesa-Gesa

Imbauan utama untuk semua KPM adalah jangan tergesa-gesa mengecek saldo hanya karena melihat laporan di media sosial. Bolak-balik ke mesin ATM atau agen bank tanpa kepastian hanya akan membuang-buang tenaga, waktu, dan bahkan biaya.

Sebagai gantinya, KPM harus melakukan dua langkah verifikasi penting sebelum mengecek saldo:

-Pertama, cek di aplikasi Cek Bansos (via aplikasi atau website resmi). 
-Kedua, pastikan status sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction) di aplikasi SIKS-NG. Jika status sudah SI, KPM dapat dipastikan akan menerima pencairan di termin pertama. 

Baca Juga: Festival Anak Hebat di SMP Puspanegara Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Kreativitas Siswa di Kabupaten Bogor

Cara terbaik untuk mengetahui kapan mulai mengecek saldo adalah dengan menunggu sinyal dari informasi resmi. KPM bisa mengikuti update dari media sosial, aplikasi resmi, atau komunikasi dari pendamping sosial setempat.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #pkh