RADAR BOGOR - Perhari ini, Rabu 6 Mei 2026, penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH Tahap 2 dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dilaporkan mulai cair secara masif di berbagai wilayah Indonesia melalui kartu KKS Merah Putih.
Bahkan, di sejumlah daerah, KPM menerima saldo dobel dengan nominal yang mencapai Rp3 juta bagi keluarga dengan komponen lengkap.
Status SI di SIKS-NG: Lampu Hijau Pencairan Bansos Secara Nasional
Proses pencairan bansos terbaru ini terpantau paling aktif dimulai dari wilayah Provinsi Aceh melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Berdasarkan pantauan aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), status bantuan saat ini sudah menunjukkan Standing Instruction (SI).
Artinya, instruksi pemindahbukuan dari rekening negara ke rekening penerima manfaat sudah diterbitkan secara resmi.
“Siang kemarin dicek masih zong, hari ini cek sudah ada saldo PKH-nya,” ungkap salah satu KPM di wilayah Muara Satu, dikutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Daftar 32 Daerah Percepatan
Tercatat ada sekitar 32 daerah yang kini masuk dalam daftar percepatan penyaluran aktif. Wilayah tersebut meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, hingga Aceh Singkil.
Selain itu, pergerakan saldo juga terpantau di Medan, Deli Serdang, Batam, Depok, Sukabumi, hingga Situbondo.
Meskipun Bank BSI mendominasi di awal, Bank Mandiri dan BNI juga mulai menunjukkan pergerakan saldo untuk alokasi April, Mei, dan Juni 2026.
Baca Juga: APBN Jawa Barat Surplus, Kinerja Pajak DJP Jabar III Tumbuh 10,9 Persen hingga Maret 2026
Bagi KPM pemegang kartu KKS BRI, diimbau untuk sedikit bersabar karena proses verifikasi bank biasanya dilakukan dalam beberapa termin waktu yang berbeda.
Komponen PKH Plus BPNT
Mengapa ada KPM yang menerima hingga Rp3 juta? Nominal fantastis ini sangat mungkin terjadi jika dalam satu keluarga terdapat komponen lengkap.
Sebagai contoh, KPM yang memiliki komponen ibu hamil (Rp750.000), balita (Rp750.000), dan dua anak sekolah jenjang SMA (Rp1.000.000), ditambah dengan dana BPNT rapelan tiga bulan sekaligus (Rp600.000).
Selain itu, bulan Mei ini juga menjadi momentum bagi 475.821 KPM baru yang masuk sistem untuk mengisi kekosongan kuota penerima manfaat yang telah graduasi atau meninggal dunia. Bagi mereka, ini bisa menjadi pencairan perdana yang sangat dinantikan.
Jangan Terkecoh Struk Fiktif
Di tengah antusiasme warga, masyarakat diminta tetap waspada terhadap beredarnya foto struk penarikan di media sosial yang tidak jelas sumbernya. Pastikan untuk selalu mengecek status kepesertaan secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Jika periode salur belum berubah menjadi Alokasi April-Juni 2026, maka saldo kemungkinan besar belum masuk.
Gunakanlah dana bantuan pemerintah ini dengan bijak untuk kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan. Tetaplah mengikuti informasi dari pendamping sosial setempat agar tidak tertinggal update resmi penyaluran bansos di wilayah Anda.***
Editor : Asep Suhendar