RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2 kembali menunjukkan perkembangan terbaru pada Rabu, 6 Mei 2026.
Melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel pada Kamis, 7 Mei 2026, penyaluran bantuan yang dinantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini mulai terpantau mengalami peningkatan aktivitas, khususnya melalui jalur perbankan tertentu.
Informasi yang beredar memperlihatkan bahwa proses pencairan tidak berlangsung serentak, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku.
Pada hari tersebut, aktivitas pencairan tercatat cukup signifikan dengan sejumlah KPM melaporkan adanya perubahan saldo rekening yang sebelumnya kosong menjadi sudah terisi bantuan.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Cair Bersamaan Hari Ini, Begini Cara Cek Status Kepesertaan dan Saldo KKS
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa proses distribusi dana sedang berjalan dan menjangkau penerima secara bertahap.
Penyaluran sementara ini didominasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), yang terlihat lebih dulu merealisasikan pencairan dibandingkan lembaga penyalur lainnya.
Di sejumlah wilayah, terutama di Aceh, laporan pencairan mulai bermunculan disertai bukti transaksi yang menunjukkan nominal bantuan yang diterima.
Di Aceh Singkil, tepatnya Kecamatan Suro, terdapat penerima yang memperoleh bantuan sebesar Rp750.000 yang diduga merupakan alokasi untuk kategori balita.
"Cair PKH Aceh Singkil Kecamatan Suro, ini KKS lama ya. Nah, ini KKS lama ya, teman-teman, sudah cair Rp750.000 untuk PKH balita sepertinya," ujar narator melalui kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Selain itu, penerima dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru tahun 2025 juga dilaporkan telah menerima bantuan dengan total saldo mencapai Rp1.350.000, yang mencakup komponen PKH sekaligus bantuan sembako.
Nominal bantuan yang diterima tidak seragam, tergantung pada komponen bantuan yang menjadi hak masing-masing KPM.
Beberapa laporan menunjukkan adanya pencairan sebesar Rp1.049.000 pada siang hari, sementara nominal lainnya bahkan mencapai Rp1.700.000.
Variasi ini menunjukkan bahwa bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kategori penerima, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, maupun lansia.
Bagi KPM yang hingga saat ini belum menerima bantuan atau masih mendapati saldo kosong, disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala.
Hal ini karena proses transfer dilakukan secara bertahap dan tidak masuk secara bersamaan ke seluruh rekening penerima.
Dengan demikian, keterlambatan pada sebagian KPM merupakan bagian dari mekanisme distribusi yang sedang berlangsung.
Sementara itu, untuk KKS yang berada di bawah bank Himbara lain seperti BRI, BNI, dan Mandiri, belum terdapat laporan pencairan pada tanggal tersebut.
Penyaluran dari bank-bank tersebut masih dalam tahap menunggu proses lanjutan.
Di sisi lain, terdapat juga laporan bahwa beberapa KPM menerima bantuan gabungan, yakni PKH dan BPNT dalam satu kartu, yang menunjukkan adanya integrasi penyaluran bantuan sosial dalam satu rekening.***
Editor : Eli Kustiyawati