RADAR BOGOR – Angin segar akhirnya datang untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di seluruh Indonesia.
Setelah lama menunggu kepastian pencairan bantuan sosial, kini status penyaluran bansos PKH dan BPNT di berbagai wilayah mulai menunjukkan kode "SI" atau Standing Instruction.
Dilansir dari YouTube Anamovie, status SI ini muncul di sistem penyaluran bansos dan menjadi pertanda kuat bahwa dana bantuan sudah memasuki tahap pencairan melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, hingga BSI.
Banyak pendamping sosial dan KPM mulai ramai membagikan informasi bahwa status SI sudah terlihat hampir merata.
Artinya, proses administrasi dari Kementerian Sosial menuju bank penyalur sudah selesai dan tinggal menunggu dana benar-benar masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Buat para KPM, ini jelas jadi kabar yang bikin lega. Pasalnya, selama beberapa pekan terakhir banyak warga dibuat harap-harap cemas karena saldo bansos belum juga muncul meski data penerima dinyatakan aktif.
Nah, kalau sekarang statusnya sudah SI, peluang bansos cair tinggal menghitung waktu.
Dalam mekanisme penyaluran bansos, kode SI atau Standing Instruction berarti Kemensos sudah menginstruksikan bank penyalur untuk segera memproses transfer dana bantuan ke rekening penerima.
Jadi, status ini bukan sekadar wacana atau tanda awal verifikasi saja.
Biasanya setelah SI muncul, proses berikutnya adalah pemindahbukuan saldo ke rekening KPM secara bertahap. Karena itu, tidak semua penerima akan menerima saldo di jam atau hari yang sama.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Cair Bersamaan Hari Ini, Begini Cara Cek Status Kepesertaan dan Saldo KKS
Ada yang langsung masuk dalam hitungan jam, ada juga yang perlu menunggu satu sampai tiga hari kerja tergantung kondisi sistem bank dan wilayah pencairan.
Meski begitu, kemunculan status SI tetap dianggap sebagai sinyal paling positif dibanding status sebelumnya seperti cek rekening atau proses verifikasi.
Di sejumlah daerah, para KPM bahkan mulai melaporkan saldo bantuan sudah berhasil masuk ke KKS mereka.
Nominal yang diterima pun bervariasi, tergantung jenis bantuan dan komponen penerima PKH.
Untuk BPNT, bantuan umumnya disalurkan sebesar Rp200.000 per bulan. Sedangkan PKH nominalnya menyesuaikan kategori penerima seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, hingga anak sekolah.
Karena itu, masyarakat kini diminta mulai aktif memantau rekening bansos masing-masing.
Khusus pengguna KKS dari bank Himbara, pengecekan bisa dilakukan lewat ATM, agen BRILink, EDC, mobile banking, atau kantor bank terdekat.
Namun, KPM juga diingatkan agar tidak buru-buru percaya pada isu liar yang beredar di media sosial. Sebab, setiap wilayah punya jadwal pencairan berbeda.
"Sudah SI belum tentu langsung cair hari ini juga. Jadi, warga jangan panik kalau tetangganya sudah masuk tapi miliknya belum," ujar narator YouTube Anamovie yang memantau proses pencairan bansos tahap terbaru.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap modus penipuan yang biasanya marak saat bansos mulai cair.
Ada oknum yang mengaku bisa mempercepat pencairan dengan meminta sejumlah uang atau data pribadi KPM.
Padahal, pencairan bansos tidak dipungut biaya apa pun. Kemensos sendiri berkali-kali menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan langsung melalui sistem perbankan resmi dan pendamping sosial.
Jadi, jika ada pihak yang meminta bayaran dengan alasan mempercepat pencairan, masyarakat diminta segera melapor.
Di sisi lain, status SI yang kini mulai merata di seluruh bank Himbara juga menjadi tanda bahwa pemerintah sedang mempercepat distribusi bansos agar bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Apalagi saat kondisi ekonomi masih menekan sebagian warga, bantuan seperti PKH dan BPNT menjadi salah satu penopang utama kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, para KPM kini tinggal menunggu tahap akhir pencairan. Jika status SI sudah muncul, peluang saldo masuk memang semakin dekat.
Jadi, buat para penerima bansos PKH maupun BPNT, sekarang waktunya rutin cek saldo KKS masing-masing. Siapa tahu bantuan yang ditunggu-tunggu ternyata sudah masuk dan siap diuangkan.***
Editor : Eli Kustiyawati