RADAR BOGOR – Pemerintah mulai memberi sinyal bakal mengkaji ulang data penerima bantuan sosial (bansos), terutama bagi warga yang dinilai sudah tergolong mampu namun masih tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sorotan utama mengarah pada penerima bansos yang memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, atau aset bernilai tinggi tetapi tetap menerima bantuan seperti PKH dan BPNT.
Berdasarkan pemaparan informasi dari video YouTube Arfan Saputra Channel, langkah ini muncul seiring pengetatan sistem penyaluran bansos berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah menegaskan bahwa bansos harus benar-benar tepat sasaran dan diprioritaskan untuk masyarakat miskin ekstrem hingga rentan miskin di kelompok desil terbawah.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak laporan masyarakat dan temuan lapangan memperlihatkan adanya penerima bansos yang dianggap tidak layak.
Ada yang memiliki mobil pribadi, rumah permanen besar, hingga usaha yang dinilai sudah berkembang.
Kondisi seperti ini memicu kecemburuan sosial karena masih banyak warga yang benar-benar membutuhkan justru belum masuk daftar penerima.
Kementerian Sosial sendiri dikabarkan semakin agresif melakukan verifikasi dan validasi data penerima bansos.
Bahkan, kondisi fisik rumah kini ikut menjadi indikator penting dalam penilaian kelayakan penerima bantuan.
Mulai dari jenis lantai rumah, sanitasi, luas bangunan, hingga kepemilikan aset menjadi perhatian petugas saat proses home visit berlangsung.
Baca Juga: Semua Bank Himbara Sudah Status SI, Tanda Bansos PKH dan BPNT Mulai Cair, KPM Siap-Siap Cek Saldo
Pengetatan itu juga sejalan dengan perubahan skema penerima bansos tahun 2026.
Pemerintah mempersempit sasaran penerima PKH dan BPNT agar lebih fokus kepada desil 1 sampai desil 4.
Artinya, kelompok masyarakat yang dianggap sudah berada di level ekonomi lebih tinggi berpotensi dicoret dari daftar penerima bantuan.
Di media sosial, isu penerima bansos yang punya mobil dan rumah bagus sudah lama menjadi bahan perdebatan publik.
Banyak warga menganggap ada kebocoran data dan lemahnya pengawasan di tingkat bawah.
Sejumlah diskusi warganet di Reddit bahkan menyinggung kasus penerima bansos yang memiliki kendaraan, usaha mapan, hingga rumah mewah, namun tetap lolos verifikasi bantuan.
Meski begitu, pemerintah juga harus berhati-hati dalam menentukan indikator "mampu".
Sebab, tidak semua orang yang memiliki rumah permanen atau kendaraan otomatis hidup berkecukupan.
Ada masyarakat yang mendapat warisan rumah keluarga, memiliki kendaraan lama hasil kredit bertahun-tahun, atau kondisi ekonominya menurun drastis meskipun asetnya terlihat bagus dari luar.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 2 Cair Bersamaan Hari Ini, Begini Cara Cek Status Kepesertaan dan Saldo KKS
Karena itu, proses evaluasi bansos diperkirakan tidak hanya melihat tampilan fisik rumah atau kendaraan semata, tetapi juga pendapatan bulanan, kondisi pekerjaan, jumlah tanggungan keluarga, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Pemerintah berharap evaluasi ini bisa memperbaiki ketepatan sasaran bansos sekaligus mengurangi potensi kecemburuan sosial di masyarakat.
Jika nantinya ditemukan penerima yang sudah tidak layak, bantuan kemungkinan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan dan belum tersentuh program sosial pemerintah.***
Editor : Eli Kustiyawati