RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 periode April, Mei, dan Juni 2026 terus menjadi perhatian masyarakat karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.
Berdasarkan perkembangan terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial pada Kamis, 7 Mei 2026, di aplikasi SIKS-NG, sebagian bansos sudah memasuki tahapan penting dalam proses distribusi dana, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses lanjutan dari bank penyalur.
Kementerian Sosial diketahui telah menerbitkan surat resmi tertanggal 30 April 2026 terkait pemantauan distribusi bansos Tahap 2. Dalam perkembangan terbaru di sistem SIKS-NG, bantuan BPNT atau sembako sebagian besar sudah menunjukkan status SI (Standing Instruction).
Status tersebut menandakan bahwa perintah pemindahbukuan dana dari rekening negara menuju rekening bank penyalur telah diterbitkan sehingga proses pencairan memasuki tahap lanjutan.
Sementara itu, bantuan PKH saat ini masih banyak berada pada status SPM atau Surat Perintah Membayar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses administrasi pencairan masih berjalan sebelum dana masuk ke rekening penerima manfaat.
Perbedaan status antara BPNT dan PKH membuat waktu pencairan di lapangan menjadi tidak seragam antarwilayah maupun antarbank penyalur.
Untuk penyaluran melalui Bank BSI, khususnya wilayah Aceh dan sekitarnya, status SI sudah muncul sejak beberapa hari terakhir. Namun pencairan yang berhasil masuk ke rekening KPM masih terbatas dan belum mencakup seluruh penerima bantuan.
“Akan tetapi untuk pencairan bantuan sosialnya yang cair itu baru sebagian kecil, baru hitungan beberapa orang ya, belum ada 10 persen di wilayah tersebut atau bagi pemegang kartu KKS Bank BSI,” ungkap narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Proses penyaluran dilakukan secara bertahap sehingga sebagian penerima masih menunggu antrean pencairan saldo masuk ke kartu KKS.
Baca Juga: Bogor Timur Punya SPPG Baru, Layani Ribuan Penerima Manfaat MBG
Di sisi lain, penyaluran melalui Bank BRI, BNI, dan Mandiri juga menunjukkan kondisi serupa. Walaupun status pada aplikasi SIKS-NG sudah SI, banyak penerima manfaat yang belum melihat adanya saldo masuk pada kartu KKS mereka.
Hal ini terjadi karena proses top up saldo dilakukan bertahap sesuai mekanisme bank penyalur dan tidak dilakukan secara serentak dalam satu waktu.
Dalam perkembangan penyaluran bansos Tahap 2 tahun 2026, klasifikasi desil penerima bantuan kembali menjadi pembahasan penting. Kelompok Desil 1 dan Desil 2 disebut menjadi prioritas utama dalam proses pencairan bantuan sosial.
Kedua kelompok tersebut menjadi penerima yang lebih dahulu diproses dalam tahapan distribusi bansos PKH maupun BPNT.
Sementara itu, masyarakat yang masuk dalam Desil 3 dan Desil 4 masih memiliki peluang menerima bantuan sosial. Informasi yang menyebut hanya Desil 1 dan 2 yang mendapatkan pencairan dinyatakan tidak sesuai dengan perkembangan data penyaluran saat ini.
Adapun untuk Desil 5, kelompok ini masih berpotensi memperoleh bantuan apabila terdapat kuota tambahan dalam penyaluran pemerintah.
Berbeda dengan kelompok sebelumnya, Desil 6 hingga Desil 10 disebut tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan sosial pada tahap penyaluran saat ini. Data tersebut menjadi acuan dalam proses pemutakhiran penerima bansos tahun 2026.
Bagi KPM yang memiliki akses mobile banking, pengecekan saldo disarankan dilakukan secara berkala melalui aplikasi agar lebih praktis dan tidak perlu sering datang ke ATM maupun agen bank.
Selain itu, penerima bantuan juga diimbau tidak terlalu sering melakukan pengecekan manual menggunakan kartu KKS untuk menghindari kerusakan kartu akibat terlalu sering digesek.
Salah satu indikator penting yang menjadi perhatian penerima bansos adalah perubahan periode bantuan pada aplikasi atau situs Cek Bansos.
Jika periode bantuan sudah berubah menjadi April Mei Juni 2026, maka proses pencairan telah masuk dalam tahapan penyaluran dan tinggal menunggu antrean transfer saldo dari bank penyalur ke rekening penerima manfaat.***
Editor : Asep Suhendar