Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Digitalisasi Bansos Pakai AI Mulai Diuji di 42 Daerah, Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Tinjau Langsung

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 7 Mei 2026 | 19:11 WIB
ILUSTRASI : Petugas mendatangi langsung penerima Bansos.
ILUSTRASI : Petugas mendatangi langsung penerima Bansos.

RADAR BOGOR - Pemerintah mulai mempercepat transformasi sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis digital guna memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Langkah ini dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Sosial dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan, digitalisasi Bansos menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar distribusi bantuan sosial semakin tepat sasaran dan transparan.

Baca Juga: Daftar Instansi Pusat dan Daerah Diprediksi Paling Sulit Ditembus di CPNS 2026, Strategi Pilih Formasi Jadi Kunci Lolos

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026, Saifullah Yusuf menjelaskan, sistem digital ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan data sekaligus mempercepat validasi penerima bantuan.

Menurutnya, proses penyaluran bansos harus dimulai dari data yang jujur, terbuka, dan akurat agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima haknya tanpa hambatan.

Ia juga menegaskan, pelaksanaan digitalisasi bansos merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Bekas Galian Utilitas di Bogor Dikeluhkan Warga, Sisakan Jalan Rusak hingga Picu Kecelakaan

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghadirkan basis data kemiskinan nasional yang lebih terintegrasi dan valid.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pengembangan sistem digital bansos mendapat dukungan teknologi AI yang dikembangkan oleh talenta dalam negeri.

Ia menjelaskan, perangkat lunak tersebut dibuat oleh tim kecil yang dibentuk khusus dan hasilnya dinilai cukup efektif untuk mendukung akurasi data penerima bantuan.

Baca Juga: Info Terkni Bansos April-Mei 2026, Pencairan PKH Tahap 2 dan Bonus Tambahan PIP hingga Rp1,8 Juta untuk Jenjang SMA

Menurut Luhut, teknologi face recognition atau pengenalan wajah menjadi salah satu fitur utama yang saat ini sedang diuji coba dalam proses verifikasi penerima Bansos.

Teknologi tersebut telah diterapkan di Banyuwangi dan disebut menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam proses pencocokan data masyarakat.

Saat ini, implementasi digitalisasi bansos telah mulai dijalankan di 42 kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ternyata Saldo Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Belum Masuk Semua, Ini Penyebab KKS Masih Kosong di Banyak Daerah

Pemerintah pun masih terus melakukan evaluasi guna memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan selama masa uji coba.

Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan sistem digital Bansos tersebut.

Lokasi yang direncanakan menjadi titik kunjungan antara lain Banyuwangi, Surabaya, dan Bali pada 8 hingga 9 Juni 2026.

Baca Juga: Kecelakaan, Truk Hino Tabrak Bus Isuzu Elf Light yang Sedang Berhenti di Jalan Cileungsi Jonggol Bogor

Kunjungan itu, nantinya akan difokuskan pada proses pendaftaran penerima Bansos hingga mekanisme sanggah data berbasis face recognition.

Pemerintah berharap, langkah digitalisasi ini dapat menjadi fondasi baru dalam penyaluran Bansos yang lebih transparan, modern, dan tepat sasaran di Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ai #bansos #prabowo subianto #DTSEN #presiden