
RADAR BOGOR - Proses pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap kedua periode April–Juni 2026 terus menunjukkan perkembangan.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, per 7 Mei 2026, pencairan masih terpantau berjalan dari Bank BSI, khususnya di wilayah Provinsi Aceh, sementara bank penyalur lainnya seperti Bank BRI, BNI, dan Mandiri masih dalam proses antrian penyaluran.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo bantuan sosial sudah masuk ke kartu KKS mereka.
Salah satu bukti pencairan menunjukkan saldo masuk senilai Rp1.500.000 yang merupakan gabungan komponen PKH dan BPNT.
Sementara untuk BPNT sembako murni, sejumlah KPM melaporkan saldo masuk senilai Rp600.000.
Pencairan Tidak Serentak, Tergantung Status di SIKS-NG
Proses penyaluran bansos tahap kedua ini tidak berlangsung serentak dan bersamaan, bahkan dalam satu wilayah RT sekalipun.
Perbedaan waktu pencairan ditentukan oleh status KPM yang tercatat di aplikasi SIKS-NG.
KPM yang sudah berstatus Standing Instruction (SI) akan lebih dahulu menerima pencairan. Sementara KPM yang statusnya masih dalam tahapan SPM atau masih dalam proses verifikasi rekening akan mendapatkan pencairan di termin susulan berikutnya.
Meski pencairan Bank BSI sudah berjalan, informasi yang beredar di media sosial yang menyebut Bank BNI, BRI, dan Mandiri sudah cair perlu disikapi dengan hati-hati.
Hingga 7 Mei 2026, pencairan yang sudah dapat dipastikan baru berjalan dari Bank BSI.
Status PKH dan BPNT di seluruh bank penyalur memang sudah menunjukkan SI, namun proses top up saldo ke rekening KPM masih berjalan bertahap.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mulai Cair Secara Nasional, Begini Cara Cek Nama Penerima Bantuan Baru
KPM yang memiliki aplikasi mobile banking disarankan memantau saldo secara berkala.
Jika sudah ada saldo masuk senilai Rp600.000 atau sesuai komponen PKH yang dimiliki, maka dipastikan itu adalah dana bantuan sosial tahap kedua.
Pemerintah Tetapkan 475.821 KPM Baru
Selain update pencairan, Pemerintah melalui Kementerian Sosial dengan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) secara resmi mengumumkan penetapan sebanyak 475.821 KPM baru sebagai penerima PKH dan BPNT untuk periode triwulan kedua April–Juni 2026.
Seluruh KPM baru ini merupakan hasil usulan yang masuk secara berjenjang melalui pihak desa, kelurahan, Dinas Sosial, hingga usulan melalui aplikasi Cek Bansos yang kemudian ditetapkan secara resmi untuk tahap kedua.
Data nama-nama penerima baru ini sudah dapat dilihat di SIKS-NG pada menu final closing.
Baca Juga: Hore, Bansos BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu Dikabarkan Mulai Cair, Kemensos Tetapkan 475 Ribu KPM Baru
Penambahan KPM baru ini dilakukan untuk mengisi posisi penerima yang sebelumnya tergraduasi atau dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat di tahap kedua.
Beberapa alasan graduasi antara lain karena penerima dinilai sudah mandiri secara ekonomi, meninggal dunia, atau terdeteksi memiliki anggota keluarga yang berstatus ASN, TNI/Polri, anggota legislatif, maupun P3K.
Bagi KPM baru yang belum memiliki kartu KKS, proses pencairan akan dilakukan melalui kantor pos.
KPM tersebut akan mendapatkan surat undangan dari kantor pos setempat untuk proses pencairan bantuan sosial tahap kedua.
Tetap Pantau Perkembangan Secara Berkala
KPM yang belum menerima saldo bantuan diminta untuk tidak khawatir dan terus memantau perkembangan secara berkala, baik melalui aplikasi mobile banking, kartu KKS, maupun melalui aplikasi Cek Bansos.
Selama nama masih terdaftar aktif sebagai penerima, bantuan sosial akan tetap tersalurkan sesuai antrian dan mekanisme yang berlaku.***
Editor : Eli Kustiyawati