RADAR BOGOR – Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat.
Namun, di tengah proses penyaluran, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai mengeluhkan munculnya status "Gagal Cek Rekening" saat pengecekan bantuan sosial.
Mengacu dari YouTube Anamovie, status ini tentu membuat panik. Tidak sedikit KPM khawatir bansos mereka hangus atau dicoret dari daftar penerima.
Padahal, kondisi tersebut belum tentu berarti bantuan dibatalkan. Dalam banyak kasus, status gagal cek rekening masih bisa diperbaiki asalkan KPM cepat melakukan langkah yang tepat.
Masalah ini umumnya muncul akibat gangguan pada rekening KKS, data penerima yang tidak sinkron, hingga kartu yang rusak atau rekening dormant. Karena itu, KPM diminta tidak diam saja dan segera melakukan pengecekan.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa kondisi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pastikan kartu tidak patah, chip masih bisa terbaca, dan PIN masih aktif. Banyak kasus bansos gagal cair ternyata disebabkan kartu KKS yang sudah rusak, namun belum diganti.
Baca Juga: Ada 475 Ribu KPM Baru PKH dan BPNT 2026, Penerima Baru Bisa Langsung Cair Tahap 2? Ini Penjelasannya
Selain itu, rekening penerima juga perlu dipastikan masih aktif. Rekening yang lama tidak digunakan berpotensi dormant atau diblokir sistem bank penyalur. Jika ini terjadi, proses transfer bansos otomatis tertahan.
KPM juga disarankan segera menghubungi pendamping PKH atau perangkat desa setempat.
Jangan menunggu terlalu lama karena proses verifikasi data bansos biasanya memiliki batas waktu tertentu.
Pendamping sosial nantinya akan membantu mengecek apakah ada masalah pada data DTKS, NIK, maupun sinkronisasi rekening penerima.
Saat datang ke desa atau pendamping sosial, KPM wajib membawa dokumen penting seperti KTP, KK, KKS, dan buku tabungan apabila ada.
Dokumen tersebut diperlukan untuk proses verifikasi ulang data penerima bansos.
Dalam sejumlah kasus, penyebab gagal cek rekening ternyata cukup sepele.
Misalnya, nama di rekening berbeda dengan data Dukcapil, ada kesalahan penulisan NIK, hingga perubahan data keluarga yang belum diperbarui di sistem Kemensos.
Baca Juga: Rekening KKS Mulai Terisi Dana PKH-BPNT Tahap 2 Mei 2026, Ini Wilayah yang Sudah Masuk Saldo Bansos
Jika ditemukan ketidaksesuaian, operator desa biasanya akan mengusulkan perbaikan data melalui sistem SIKS-NG agar status bansos bisa diproses kembali.
Tak hanya itu, beberapa KPM juga diarahkan datang langsung ke bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, atau BSI.
Biasanya hal ini dilakukan apabila rekening membutuhkan aktivasi ulang, reset PIN, atau penggantian kartu KKS yang rusak.
Baca Juga: Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Siap Salur, Begini Cara Cek Nama Penerima Bantuan 2026
KPM diminta tidak takut datang ke bank karena proses pengecekan rekening bansos tidak dipungut biaya.
Justru, masyarakat harus waspada terhadap oknum yang mengaku bisa mempercepat pencairan bansos dengan meminta sejumlah uang.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta rutin memantau perkembangan status bansos melalui aplikasi Cek Bansos maupun informasi dari pendamping PKH.
Sebab, dalam banyak kasus, status gagal cek rekening dapat berubah menjadi berhasil setelah proses perbaikan selesai dilakukan.
Pemerintah sendiri masih terus melakukan proses validasi dan sinkronisasi data penerima bansos tahap 2 agar bantuan tepat sasaran.
Karena itu, KPM yang mengalami kendala diimbau tetap tenang, namun aktif melakukan pengecekan.
Bansos PKH dan BPNT menjadi bantuan penting bagi jutaan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Maka, ketika muncul kendala seperti gagal cek rekening, respons cepat dari penerima menjadi kunci agar bantuan tidak tertunda terlalu lama.
Jadi, bagi KPM yang mendapati status "Gagal Cek Rekening", jangan langsung panik, apalagi percaya isu bansos hangus.
Segera cek kondisi KKS, pastikan data sesuai, lapor ke pendamping sosial, dan datangi bank penyalur jika diperlukan.***
Editor : Eli Kustiyawati