RADAR BOGOR – Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH dan BPNT mulai panik saat kartu KKS miliknya mendadak rusak, tidak terbaca di mesin ATM, atau gagal dipakai transaksi di e-warong.
Padahal, kartu KKS menjadi "senjata utama" untuk mencairkan bantuan sosial dari pemerintah.
Jika dibiarkan terlalu lama, pencairan bansos bisa terhambat. Karena itu, penerima bansos diminta segera melapor jika kartu KKS mengalami kerusakan.
Baca Juga: Saldo PKH BPNT Bisa Dicairkan di Luar Bank Himbara? Ini Penjelasan Resmi dan Kebijakan Kemensos RI
Melansir YouTube Anamovie, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan kartu resmi yang digunakan pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Kartu ini terhubung langsung dengan rekening bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Namun, di lapangan, tidak sedikit penerima bansos mengalami masalah pada kartu mereka. Ada yang chip kartunya rusak, kartu patah, terkelupas, hingga tidak bisa terbaca saat dimasukkan ke mesin ATM.
Jika kondisi ini terjadi, KPM tidak perlu panik. Pemerintah tetap membuka layanan penggantian kartu KKS agar bansos tetap bisa dicairkan seperti biasa.
Langkah pertama yang harus dilakukan penerima bansos adalah segera melapor ke pendamping sosial, Dinas Sosial setempat, atau langsung ke bank penyalur bansos sesuai kartu yang digunakan.
Pelaporan ini penting agar data penerima bisa diverifikasi dan proses penggantian kartu dapat segera diproses.
Biasanya petugas akan meminta beberapa dokumen pendukung sebagai syarat administrasi. Dokumen tersebut antara lain:
Baca Juga: Ada 475 Ribu KPM Baru PKH dan BPNT 2026, Penerima Baru Bisa Langsung Cair Tahap 2? Ini Penjelasannya
- KTP asli dan fotokopi
- Kartu Keluarga (KK)
- KKS lama yang rusak
- Buku tabungan bansos jika ada
- Surat kehilangan dari kepolisian apabila kartu hilang
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, pihak bank Himbara akan melakukan proses penggantian kartu baru.
Waktu pencetakan kartu bisa berbeda-beda tergantung antrean dan kebijakan masing-masing bank.
Selama proses berlangsung, penerima bansos disarankan rutin memantau informasi dari pendamping sosial atau bank agar mengetahui kapan kartu baru sudah bisa diambil.
Masalah kartu KKS rusak memang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup serius.
Banyak penerima bansos gagal mencairkan bantuan hanya karena kartu tidak terbaca sistem.
Bahkan, di beberapa kasus, penerima harus bolak-balik ke ATM atau e-warong karena transaksi selalu gagal akibat chip kartu bermasalah.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kartu KKS dengan baik. Jangan melipat kartu, menggores bagian chip, atau menyimpan kartu di tempat panas yang bisa merusak komponen di dalamnya.
Selain itu, jangan pernah memberikan PIN kartu kepada orang lain demi menghindari penyalahgunaan rekening bansos.
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku bisa membantu penggantian kartu dengan meminta sejumlah uang.
Proses penggantian KKS pada dasarnya dilakukan melalui jalur resmi dan bukan lewat calo.
Jika menemukan kendala saat pengajuan penggantian kartu, penerima bansos dapat meminta bantuan kepada pendamping PKH atau langsung mendatangi kantor Dinas Sosial terdekat.
Baca Juga: Rekening KKS Mulai Terisi Dana PKH-BPNT Tahap 2 Mei 2026, Ini Wilayah yang Sudah Masuk Saldo Bansos
Saat ini pencairan bansos masih terus berjalan di berbagai daerah. Karena itu, KPM yang kartunya bermasalah diimbau tidak menunda proses penggantian agar bantuan tidak terlambat diterima.
Jangan sampai bansos gagal cair hanya karena kartu KKS rusak yang sebenarnya bisa segera diurus.
Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula kartu baru bisa digunakan kembali untuk transaksi pencairan bantuan pemerintah. ***
Editor : Eli Kustiyawati