RADAR BOGOR - Berdasarkan pantauan terkini, gelombang pencairan saldo bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 untuk alokasi April–Juni 2026 telah menyentuh lebih dari 50 daerah di Indonesia.
Dilansir dari YouTube Info Bansos, meskipun dilakukan secara bertahap, aktivitas penarikan saldo bansos terpantau ramai sejak siang hingga malam hari di berbagai mesin ATM bank penyalur.
1. Sebaran Wilayah dan Bank Penyalur
Proses transfer dana dari Kementerian Sosial kini telah mengalir melalui empat bank Himbara utama.
Berikut adalah rangkuman wilayah yang terpantau sudah mulai melakukan pencairan.
- Bank Syariah Indonesia (BSI): Dominasi pencairan terjadi di Provinsi Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Utara, hingga Aceh Singkil, serta Kabupaten Timor Tengah Selatan.
- Bank BNI: Terpantau aktif di Kabupaten Indramayu, Jombang, Karanganyar, Kendal, hingga Jayawijaya. Selain itu, laporan pencairan juga datang dari Banyumas, Cilacap, Sumenep, dan Lampung Timur.
Baca Juga: Kartu KKS Rusak Jangan Dibiarkan, Begini Cara Ganti agar Bansos PKH dan BPNT Tetap Bisa Cair
- Bank Mandiri: Menunjukkan sebaran yang luas, mencakup Kabupaten Bogor, Brebes, Garut, Jember, Karawang, hingga beberapa wilayah di Sulawesi dan Maluku seperti Bone, Kolaka, dan Maluku Tenggara.
- Bank BRI: Meski belum semasif bank lain, pencairan mulai masuk di wilayah timur dan beberapa kota lain seperti Kota Cirebon, Denpasar, Kabupaten Jayawijaya, Puncak, dan Mappi.
2. Status SI dan Prediksi Pencairan Serentak
Baca Juga: Saldo PKH BPNT Bisa Dicairkan di Luar Bank Himbara? Ini Penjelasan Resmi dan Kebijakan Kemensos RI
Munculnya data By Name By Address (BNBA) dan Surat Perintah Penyaluran Dana (SP2D) yang menunjukkan status SI (Standing Instruction) menjadi bukti kuat bahwa instruksi transfer telah diterbitkan oleh Kementerian Sosial sejak Selasa lalu.
"Kementerian Sosial telah menerbitkan surat instruksi kepada bank penyalur untuk segera mentransfer dana bantuan secara merata kepada seluruh penerima yang tercantum dalam daftar BNBA SP2D. Mengingat saat ini merupakan hari libur akhir pekan, pencairan memang belum bisa dilakukan secara serentak di seluruh wilayah," ujar narator dalam YouTube Info Bansos.
"Namun, diperkirakan mulai hari Senin dan hari-hari ke depannya, proses distribusi saldo ke kartu KKS akan semakin lancar dan menjangkau lebih banyak KPM secara nasional," lanjutnya.
3. Alasan KPM Tidak Lagi Menerima Bantuan
Pada tahap kedua ini, dilaporkan terdapat jutaan KPM yang tidak lagi mendapatkan bantuan sosial akibat hasil pemeringkatan dan evaluasi kelayakan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Beberapa faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut.
Baca Juga: Ada 475 Ribu KPM Baru PKH dan BPNT 2026, Penerima Baru Bisa Langsung Cair Tahap 2? Ini Penjelasannya
- Peningkatan Kondisi Ekonomi: Sekitar 1,8 juta hingga 1,9 juta KPM dikeluarkan dari daftar karena dinilai sudah mandiri dan berada di desil 5 ke atas.
- Status Pekerjaan Anggota Keluarga: Bantuan akan terhenti jika dalam satu KK terdapat anggota keluarga yang berstatus sebagai ASN, TNI, Polri, pensiunan, guru sertifikasi, hingga pekerja dengan gaji di atas UMR/UMP.
- Indikator Kemampuan Ekonomi: KPM yang menggunakan daya listrik 2.200 VA atau lebih dianggap mampu secara finansial sehingga tidak lagi memenuhi syarat penerima bansos.
- Sistem Keimigrasian: Adanya anggota keluarga yang terdeteksi sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKI/TKW) melalui sistem imigrasi juga menjadi pemicu penghentian bantuan.
Bagi keluarga yang hingga kini belum mendapati saldo di kartu KKS, disarankan untuk tetap optimis karena pencairan masih terus berjalan secara bertahap.
Lakukan pengecekan saldo bansos secara berkala melalui aplikasi perbankan atau mesin ATM terdekat, serta pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing untuk mendapatkan informasi kepesertaan yang valid.***
Editor : Eli Kustiyawati