RADAR BOGOR - Di tengah penantian masyarakat akan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026, beredar luas unggahan di media sosial yang mengeklaim bantuan telah cair melalui Bank BNI.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, Unggahan tersebut menampilkan foto struk transaksi dengan nominal bervariasi mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.200.000.
1. Temuan Kejanggalan pada Bukti Struk
Berdasarkan hasil analisis mendalam terhadap berbagai postingan yang beredar pada 8 Mei 2026, ditemukan beberapa indikasi kuat bahwa bukti-bukti tersebut adalah hasil rekayasa atau editan:
• Kesamaan Nomor Rekening: Meskipun diunggah oleh akun yang berbeda dengan nominal yang berbeda pula, seluruh foto struk tersebut menampilkan nomor rekening yang identik, yaitu berawalan "20" dan diakhiri dengan angka "615".
• Manipulasi Jam dan Nominal: Perbedaan hanya terletak pada jam transaksi dan jumlah saldo, sementara format dan data lainnya tetap sama.
Hal ini menguatkan dugaan adanya manipulasi digital terhadap satu sumber foto struk yang sama.
• Struk "Sejuta Umat": Pola ini sering disebut sebagai fenomena "struk sejuta umat" yang diedit sedemikian rupa untuk menciptakan opini seolah-olah pencairan telah merata.
"Dapat dipastikan foto-foto yang beredar merupakan struk sejuta umat yang hanya diedit nominal dan jam transaksinya. Ini bukanlah pencairan asli PKH tahap kedua, karena jika kita perhatikan secara saksama, nomor rekening yang tertera di seluruh unggahan tersebut sama persis," ujar narator dalam Youtube Arfan Saputra Channel.
"Kami mengimbau para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk lebih berhati-hati dalam menyerap informasi dan tidak mudah tertipu oleh bukti-bukti editan yang banyak beredar di media sosial," lanjutnya.
2. Kondisi Riil di Lapangan
Hasil pengecekan saldo secara mandiri yang dilakukan oleh sejumlah KPM per tanggal 8 Mei 2026 menunjukkan fakta sebaliknya:
• Status KKS BNI: Hingga saat ini, kartu KKS dari Bank BNI terpantau masih menunjukkan saldo nol atau belum ada saldo bantuan yang masuk.
• Harapan KPM: Meski diwarnai kabar bohong, masyarakat tetap berharap agar proses transfer dana PKH dan BPNT tahap kedua melalui Bank Himbara dapat segera terealisasi secara nyata dan merata di seluruh wilayah.
Mengingat kemudahan dalam mengedit bukti transaksi digital, KPM disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara mandiri melalui aplikasi perbankan resmi atau mesin ATM terdekat daripada memercayai unggahan yang tidak jelas sumbernya.
Selalu ikuti perkembangan informasi dari pendamping sosial setempat, atau saluran komunikasi resmi pemerintah untuk mendapatkan data bansos yang akurat.***
Editor : Eli Kustiyawati